RSS Feed

Category Archives: SINGAPORE

Yuk, Hang Out di Boat Quay dan Clarke Quay

BOAT Quay dan Clarke Quay merupakan tempat di Singapura yang tak boleh terlewat untuk dikunjungi. Kawasannya dipenuhi dengan restoran, pub dan club, serta tempat hiburan lainnya. Nampak banyak pengunjung berdatangan yang hendak merasakan suasana makan malam romantis.

Kondisi kedua tempat terbilang ramai dan pengunjung akan ditemani dengan beragam musik, mulai dari musik keras hingga musik jazz yang menyejukan hati. Tak sedikit wisatawan asing yang terlihat menghabiskan waktu di sini.

Boat Quay

Merupakan koleksi tempat terbaik dimana pengunjung bisa menikmati makanan di ruang terbuka tepat di samping Singapura River. Terdapat bermacam pilihan kafe, restoran, pub dan galeri desainer. Dulunya tempat ini adalah sebuah pelabuhan paling ramai. Namun kini bertransformasi menjadi tempat nongkrong bagi warga lokal maupun asing.

Clarke Quay

Berlokasi di tepi sungai yang menggabungkan arena tempat makanan, perbelanjaan dan hiburan dalam satu wilayah. Terdapat lima blok perumahan dan pertokoan. Ada pula restoran khusus, pub bertema tertentu dan wine bar. Nikmati pula pilihan makanan di Riverside Point. (wisatasingapura.sg)

Advertisements

Museum Maritim Singapura Pamerkan Replika Kapal Cheng Ho

Singapura akan mengoperasikan museum maritim pertama pada 15 Oktober mendatang. Museum yang dinamakan Maritime Experiental Museum & Aquarium (MEMA) akan merupakan atraksi paling mutakhir di kawasan Resorts World Sentosa (RWS).

RWS menyebutkan museum ini akan berlokasi di sebuah kapal di tepi laut dengan lambung kaca dan baja ikonik. Museum ini akan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung, termasuk sejarah maritim dan eksplorasi replika kapal bersejarah.

Ini termasuk Bao Chuan, replika kapal yang digunakan Laksamana Cheng Ho, pelaut legendaris China.

Benda yang dipamerkan juga adalah Jewel of Muscat replika dari abad ke-9, hadiah Kesultanan Oman kepada Singapura.

Museum ini dirancang oleh Ralph Appelbaum, pemilik perusahaan Ralph Appelbaum Associates, salah satu perusahaan perencana dan perancang museum terbesar di dunia.

Tiket masuk ke MEMA relatif terjangkau karena RWS ingin menjangkau sebanyak mungkin.

Eric Clapton Konser di Singapore Indoor Stadium

PENGGEMAR Eric Clapton agar segera merapat ke Singapura. Pasalnya, pada 14 Februari ini, sosok gitaris blues kharismatik ini akan menggelar konser di Singapore Indoor Stadium. Ini bisa menjadi bagian menyenangkan saat berlibur di ‘Negeri Singa’ itu.

Untuk tur 2011, Eric Clapton akan ditemani sebuah band yang personelnya terdiri dari Steve Gadd (drum), Willie Weeks (bas), Chris Stainton (keyboard), serta Michelle John dan Sharon White sebagai backing vocal.

Sepanjang kariernya, Eric Clapton dianggap sebagai salah satu gitaris paling berpengaruh sepanjang masa. Clapton bahkan menempati peringkat keempat dalam daftar “100 gitaris terbesar sepanjang masa” versi majalah Rolling Stone dan pada 2010 ia menduduki peringkat keempat “50 itaris sepanjang masa” versi Gibson.

Konser 2011 sendiri menandai kembalinya Eric Clapton sejak Far East Tour pada 2007. Nah, bila Anda sudah lama tidak mendengar alunan melodi dari jari-jari terampil Eri Clapton bisa segera membeli tiket di http://www.sistic.com.sg. Harga tiket berkisar antara SGD99-SGD399 (sekitar Rp707 ribu-Rp2,85 juta).

Berkunjung ke Museum Mainan di Singapura

Posted on

MENGAJAK anak berlibur ke Singapura? MINT Museum of Toys, adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan. Terletak di 26 Seah Street, Anda dan anak-anak bisa menikmati berbagai koleksi mainan dari 25 negara.

Beberapa mainan diantara 50.000 jumlah mainan yang ada di dalam museum, ada yang berusia lebih dari 100 tahun. Bisa dibanyangkan, mainan ini bahkan ada sebelum Anda dilahirkan.

Selain mainan-mainan kuno, Anda juga beberapa mainan yang pastinya saat ini sudah dikenal anak-anak, seperti Astroboy, Batman, Popeye, Tin Tin dan lain sebagainya. Khusus untuk putri Anda, bisa melihat koleksi boneka Beruang Tedy yang menggemaskan.

Koleksi lainnya yang bisa dilihat adalah mainan Jepang Sebelum Perang, sebuah koleksi boneka langka ‘Gerbang Harapan’ yang telah berusia sejak pergantian abad, sebuah koleksi unik sampul komik China mulai dari tahun 1920-an, dan masih banyak lagi lainnya.

Selain mainan, di dalam museum, Anda juga bisa menemukan sebuah restoran yang akan memuaskan rasa lapar setelah sekian lama berkeliling. Menu dengan cita rasa internasional yang ada di sini, pasti bisa memuaskan lidah siapa saja.

Setelah puas berkeliling, jangan lupa membeli oleh-oleh dari toko mainan yang ada di dalam museum. Siapa tahu, mainan atau memorabilia yang ada di toko mainan tersebut bisa menambah koleksi di rumah.

Jika berminat datang, Anda dan anak-anak bisa berkunjung hari apa saja mulai pukul 9.30-18.30 waktu setempat. Orang dewasa dikenakan biaya masuk SGD15 (sekitar Rp102 ribu) sedangkan anak-anak umu 2-12 tahun SGD7,5 (sekitar Rp51 ribu).

Karena Anda datang bersama keluaraga, sebaiknya memilih paket keluarga dengan biaya mulai dari SGD36-SGD42 (sekitar Rp246 ribu-Rp287 ribu).

Apapun alasanya, ingin bernostalgia, mengajak anak melihat koleksi mainan atau ingin tahu seperti apa mainan yang berusia lebih dari seratus tahun, museum ini akan menjadi tempat yang tepat untuk mendapat jawabannya.

Menikmati Safari Malam di Singapura

KEBUN Binatang Singapura mempunyai paket safari malam yang mengesankan. Meskipun tidak secara langsung di alam liar yang sebenarnya, namun wisata ini akan menghadirkan pengalaman tersendiri untuk Anda

Bila berminat untuk melakukan safari malam di kebun binatang Singapura, Anda bisa memesan paket wisata yang ditawarkanviator.com. Dalam paket wisata ini, Anda bisa memesan dengan atau tanpa makan malam.

Dengan biaya mulai dari SGD35,14 (sekitar Rp236 ribu) dan SGD55,48 plus makan malam (sekitar Rp372 ribu), Anda bisa mengikuti safari malam dengan trem berikut pemandu lokal, tiket masuk kebun binatang, dan transportasi dengan bus AC.

Petugas safari malam akan menjemput Anda dari hotel tempat menginap yang ada di kota Singapura atau Pulau Sentosa, namun tidak termasuk Hotel Changi Village dan Crowne Plaza Changi Airport Hotel. Untuk informasi kedatangan dan pemilihan tanggal tur, Anda bisa mengunjungi situsnya.

Dalam tur ini, Anda akan melihat binatang malam di habitat yang disesuaikan persis dengan habitat alaminya dengan trem. Kebun binatang yang menawarkan safari malam pertama kali di dunia ini mempunyai 40 hektare hutan sekunder yang diperkuat dengan pencahayaan moonglow halus berikut koleksi ribuan binatangnya.

Misteri dan drama dari kehidupan hutan tropis akan menjadi hidup setelah senja, dan Anda akan mengalami rasa mendebarkan ketika melalui hutan dengan trem terbuka atau saat berjalan kaki bersama pemandu untuk melihat binatang di tempat dekat.

Selama perjalanan, Anda juga akan melewati sebuah waduk besar dan habitat khusus yang dirancang untuk meniru lingkungan alam, dari kaki bukit Himalaya sampai hutan tropis Asia Tenggara dan sub-kontinen India.

Untuk melengkapi safari malam ini, Anda juga bisa merasakan pengalaman makan malam di restoran safari Ulu Ulu. Restoran safari Ulu Ulu adalah sebuah restoran yang menghidangkan masakan favorit lokal dan internasional dalam pengaturan etnis yang manis sambil ditemani jangkrik, katak dan makhluk malam lainnya.

Bila berencana liburan ke Singapura, memesan paket wisata ini rasanya patut Anda coba.

Voyage de la Vie, pertunjukan terbaru di Resort World Sentosa (RWS), Singapura

Posted on

Pertunjukan sirkus dengan atraksi-atraksi akrobatik yang menantang dan mendebarkan selalu menarik ditonton. Apalagi kalau dipadukan dengan sulap dan dikemas bergaya teater modern, didukung tata cahaya laser warna-warni atraktif menggoda, diiringi musik dan lagu cinta yang mendayu romantis.

Inilah Voyage de la Vie, pertunjukan terbaru di Resort World Sentosa (RWS), Singapura, dan Generating Company, Inggris. Voyage de la Vie merupakan produksi sirkus internasional pertama Singapura yang dibawakan lebih dari 40 anggota sirkus internasional. Tampil di dalamnya penyanyi serta komponis lokal Jonathan Leong sebagai pemeran protagonis bernama Boy.

Voyage de la Vie diawali dengan pertunjukan sulap sederhana, dilanjutkan pemain sirkus memakai kostum layaknya polisi masa depan. Mirip di film-film futuristik. Diiringi lagu dan musik rancak, mereka menari-nari dengan latar panggung perkotaan. Setting panggung berubah, berganti tangga-tangga tinggi miring ke kanan dan ke kiri. Mereka lincah menaikinya. Selanjutnya, adegan-adegan sirkus yang menegangkan melompat di atas ketinggian menggunakan tali panjang, diiringi lagu dan musik dinamis, diselingi beberapa adegan sulap, ditampilkan selama sekitar 1,5 jam.

Setting panggung terus berubah setiap adegan berganti. Seperti operet, Jonathan sesekali tampil menyanyi mengiringi jalannya cerita.

Voyage de la Vie yang berarti perjalanan hidup menceritakan kisah perjalanan seorang pemuda, Boy. Ia terjebak dalam rutinitas dunia modern dan frustrasi oleh tuntutan pekerjaan, berusaha mencari pelepasan tekanan yang dirasakannya dengan bermain game komputer di kantornya.

Secara ajaib, ia tersedot ke dalam komputernya dan fantasi, di mana dia melakukan perjalanan dalam imajinasinya yang gelap dan tersembunyi untuk menemukan sebuah tujuan dan kepuasan diri.

Dituntun Penjaga Lentera yang misterius dan seorang game master, ia bertemu karakter-karakter yang aneh yang menggambarkan godaan, kebebasan, konflik dan resolusi, serta kehidupan dan kematian, hingga masalah cinta dengan gadis impian.

Pengalaman itu mencapai klimaks saat Boy melewati batas imajinasinya dan menyadari bahwa perjalanan lah yang memperkaya jiwa, bukan tujuan.

Bintang sirkus

Voyage de la Vie menampilkan bintang-bintang sirkus terkemuka, seperti Viktor Kee, yang dikenal sebagai salah satu juggler terbaik dunia; Aurelia Cats, penari trapeze (akrobatik tali) dari Perancis, dan artis handstand (penari dengan kekuatan satu tangan), Melanie Chy dari Swiss. Juga ada ahli atraksi panah dari Finlandia, Martti Peltonen; Linna Aunola, penari akrobat tali asal Finlandia yang aksinya sungguh mendebarkan jantung; juga manusia karet nan-ajaib dari Rusia, Alexey Goloborodko, yang baru berusia 15 tahun; serta dua pesulap asal Las Vegas, Jarret dan Raja.

Atraksi Aurelia Cats dan Linna Aunola yang cantik itu benar-benar mendebarkan, membuat jantung hampir berhenti berdetak. Memakai kostum ketat dan sedikit terbuka, mereka meliuk-liuk, berputar di atas tali, dan melompat dari satu tali ke tali lain di atas ketinggian sekitar 20 meter.

Aksi Martii tidak kalah menegangkan. Memakai make up dan kostum seperti dalam film futuristik luar angkasa Star Trek, ia memamerkan kelihaiannya memanah apel yang ada di atas kepalanya. Panah sudah disiapkannya sedemikian rupa sehingga bisa memanah sendiri. Ia bahkan juga tepat memanah meski membelakangi sasaran. Alexey benar-benar seperti manusia karet. Ia bisa menekuk-nekuk badannya sesuka dia mau, seolah tidak memiliki tulang belakang yang kaku.

Pertunjukan ilustratif dan menghibur Voyage de la Vie dirancang Mark Fisher. Mark dikenal sebagai orang dibalik suksesnya hiburan terkemuka selama tiga dekade terakhir. Ia adalah perancang panggung tur dunia Pink Floyd, The Rolling Stones, U2, Tina Turner, dan Robbie Williams. Ia juga merancang acara pembukaan dan penutupan pesta olahraga sedunia, Olimpiade Beijing 2008, teatrikal sirkus We will Rock You, dan pertunjukan untuk Cirque du Soleil ”Ka”.

Lintas budaya

Mark, yang merupakan produser kreatif Voyage de la Vie, mengatakan ingin menciptakan sebuah pertunjukan yang dapat menggema di kawasan regional. ”Kami merasa sangat beruntung dapat bekerja dengan banyak talenta terbaik di Asia, dalam hal komposisi musik dan koreografi serta perancang kostum, tata suara dan cahaya yang saling mengisi dalam pertunjukan ini. Pertunjukan ini sungguh menampilkan yang terbaik dari Timur dan Barat untuk menceritakan kisah sederhana yang melintasi batas bahasa, generasi, dan budaya,” katanya.

Andrea Teo, Vice President of Entertainmet RWS dan Produser Eksekutif Voyage de la Vie, mengatakan, Voyage de la Vie merupakan proyek teater paling ambisius di Singapura hingga saat ini. ”Kami telah mengerjakan pertunjukan ini selama dua tahun dan kami bangga dapat menghasilkan sebuah warisan berharga yang kami harap bisa berlanjut untuk generasi berikutnya. Menghasilkan produksi asli dalam skala ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Pihaknya tertantang mewujudkan Voyage de la Vie karena memprediksi jenis atraksi ini bakal menjadi industri seni dan pertunjukan menjanjikan di Singapura. ”Kali ini kami menciptakan sebuah produksi orisinal dari awal,” katanya.

Pertunjukan perdana Voyage de la Vie sudah dimulai pada 17 Juni di Festive Grand RWS yang berkapasitas 1.600 kursi. Voyage de la Vie bisa dibilang sebagai pertunjukan sirkus paling spektakuler asal Singapura.

Voyage de la Vie kini menjadi pertunjukan tetap di RWS, sebuah resor terpadu dan megah yang dibangun dengan nilai investasi 4,4 juta dollar Amerika Serikat. Dengan harga tiket masuk 68 dollar Singapura atau sekitar Rp 442.000 hingga termahal 188 dollar Singapura (Rp 1,2 juta), rasanya sebanding dengan tontonan sirkus gaya baru yang sangat menghibur. Semua penonton pun bertepuk tangan panjang saat pentas ”perjalanan hidup baru” selesai dipentaskan. (kompas.com)

Sands Sky Park, Obyek Wisata Baru di Singapura

Posted on

Singapura punya tambahan satu obyek wisata baru. Sejak 24 Juni 2010, publik sudah bisa menikmati pemandangan kota Singapura dari udara di ketinggian 200 meter.

Tempat itu adalah Sands Sky Park. Letaknya di kawasan Marina Bay tenggara Singapura. Berbentuk kapal mengapung yang disanggah tiga gedung tinggi berlantai 56 tersebut, didisain oleh visionary architect, Moshe Safdie.

Assistant Chef Concierge Marina Bay Sands Linni Djumin Chia mengatakan ini adalah karya struktural yang unik. “Mengapung di atas hotel tiga menara,” katanya sewaktu ditemui Tempo ditengah kesibukannya melayani warga yang ingin memperoleh kesempatan naik ke puncak.

Dengan panjang yang melebihi menara Eiffel atau setengah dari ukuran pesawat jet Airbus A380 dengan luas yang mengesankan, 12.400 meter persegi, SkyPark Sands dapat menampung hingga 3.900 orang. Gravity-defying kantilever merupakan salah satu yang terbesar di dunia untuk jenis ini.

Untuk bisa mendatangi Sands Sky Park tersebut, untuk dewasa membayar tiket S $ 20 dan untuk anak-anak usia 2-12 tahun harga ticketnya S $ 14. Sedangkan harga ticket untuk warga lanjut usia S $ 17.

Pengunjung hari itu ramai memenuhi bagian dek depan. Di pinggirnya berupa pagar kaca untuk batas pengunjung menikmati tampak sekitar Singapura. Diantaranya Singapore Flyer Over dan Patung Singa yang memancurkan air dari mulutnya.

Cara mencapai Sands bisa melalui Padang dan Old Supreme Court. Jika naik bis # 960, bisa melalui depan Blok 127 Jalan Pending, kemudian turun di Pan Pacific Hotel sekitar Marina Square. Ongkos menggunakan CEPAS (ez-link) card S $1.41 atau bayar tunai S $1.70. Waktu tempuh 45 menit.

Jika melalui Padang dan Old SUPREME Court, akan melewati Esplanade Bridge dan Esplanade (gedung beratap seperti kulit duren).

%d bloggers like this: