RSS Feed

Category Archives: JALAN JALAN

Taipei Masuk dalam Top Budget Travel Destinations

SITUS berita peringkat tertinggi Amerika Serikat Fox News memilih 10 besar biaya perjalanan murah dunia 2012 (Top Budget Travel Destinations). Salah satu diantaranya adalah Taipei yang memiliki kuliner yang sedap, bangunan trendi dan sauna di pinggiran kota.

Situs Fox News mengatakan, situs tersebut memilih lokasi tujuan wisata terbaik untuk tahun 2012, termasuk negara dan kota. Tidak hanya didasarkan dari mulut ke mulut, tetapi berfokus pada prinsip ekonomis, nilai tukar mata uang, tren industri dll. Para editor wisata tanpa peringkat memilih 10 tujuan wisata terbaik dunia, Taipei adalah satu satunya kota di Asia yang masuk kedalam daftar tersebut.

Situs tersebut melaporkan, seiring dengan wisatawan individu China Daratan pada Juni 2011 mulai berkunjung ke Taiwan, merupakan titik balik terhadap pariwisata Taiwan dan mengisyaratkan ketegangan politik lintas selat mulai membaik. Taiwan tidak hanya memperoleh pendapatan substansial dari pariwisata, dunia luar juga kembali tertarik dengan sumber daya negara di pulau pasifik tersebut.

Laporan tersebut mengatakan, fitur tamasya Taipei meliputi kuliner, salah satunya Joel Robuchon yang disebut ‘koki abad ini’ pada November 2009 di Taipei membuka sebuah restoran LâATELIER de Joel Robuchon. Selain itu banyak terdapat bangunan trendi, di pinggiran kota ada sauna, pegungngan dan pantai berwarna keemasan.

Untuk menarik wisatawan , biro pariwisata Taiwan telah meluncurkan program layanan perjalanan ‘Taiwan Bus Tour’ dan ‘jalur perjalanan Taiwan’, yang menawarkan perjalanan murah satu hari dengan berkunjung ke beberapa tempat wisata. Sebagai contoh paket Sun Moon Lake termasuk naik mobil kabel, bertamasya di danau dengan perahu dan penyewaan mobil listrik.

Berita ini juga membuat laporan perbandingan, masuknya turis AS ke Asia baru baru ini,seperti biaya hotel di Korea Selatan, Malaysia, Hong kong dan singapura naik 4%, tetapi tahun ini harga hotel di Taiwan lebih murah 11% dari tahun lalu , rata rata hanya US$144 per malam.

Situs berita Fox juga menyebutkan waktu terbaik untuk mengunjungi Taipei, adalah pada bulan Oktober dan November dengan iklim yang paling nyaman, karena curah hujan tidak terlalu besar,suhu juga lebih nyaman dan menyenangkan.

Sembilan tujuan wisata terbaik lainnya adalah: kepulauan Azores Portugal, Mesir, San Diego California (AS), East Coast (Kanada), Belize (Amerika Tengah), San Antonio (AS), Polandia, Kansas City (AS) dan Athena Yunani.

Advertisements

Desa Sibetan, Destinasi Wisata Agro di Bali

BALI tidak hanya kaya akan objek wisata pantai yang eksotis. Pulau Dewata ini juga memiliki sebuah destinasi wisata di Desa Sibetan, Karangasem yang merupakan tempat agrowisata berupa perkebunan salak.

Di sini pengunjung dapat menjumpai vegetasi salak dengan keanekaragaman rasa. Sedikitnya terdapat 15 jenis varietas salak. Beberapa diantaranya merupakan produk unggulan, misalnya salak nenas dan salak gula pasir yang dagingnya tebal dan rasanya yang manis.

Selain bisa melihat secara langsung proses pemanenan salak, pengunjung bisa mengetahui tentang bagaimana salak-salak tersebut dipasarkan. Pengunjung juga berkesempatan mengenal kebudayaan seperti tarian tradisional dan alat musik nusantara seperti angklung di sini.

Objek wisata ini dikelola oleh warga setempat yang tergabung dalam sadar wisata Dukuh Lestari. Bila pengunjung ingin melakukan aktifitas trekking, tersedia pemandu wisata lokal yang akan membantu memberikan informasi terkait objek agrowisata ini sambil menikmati keindahan perkebunan.

Kondisi iklim dan udaranya yang sejuk membuat Desa Sibetan cocok untuk mengembangkan pertumbuhan pohon salak. Tak perlu bingung bagaimana mengunjungi tempat ini, aksesnya sangatlah mudah karena jalurnya dilalui oleh kendaraan umum. (bali.panduanwisata.com)

Pesona Kincir Angin Belanda nan Legendaris

Posted on

Belanda tidak hanya terkenal dengan bunga tulip tetapi juga kincir angin. Kincir angin merupakan warisan budaya yang memesona bangsa-bangsa lain sehingga menjadi ikon Belanda dengan sebutan Negeri Kincir Angin.

Orang Indonesia sudah sangat kenal dengan ikon kincir angin Belanda. Karena, sebuah toko roti terkemuka di Indonesia menggunakan nama negara tersebut dengan ikon kincir angin di atas bangunan tokonya.

Menemukan kincir angin di negara asalnya Belanda sesungguhnya tidak sulit. Sebab bangunan khas kincir angin yang sudah ada di Belanda sejak ratusan tahun yang lalu ini masih banyak  tersebar di seluruh wilayah Belanda .

Kincir angin pada awal keberadaannya di Belanda sekitar abad 13 berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Hal ini mengingat letak dataran Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Dengan perkembangan teknologi, sekitar abad ke-17 kincir angin digunakan juga sebagai sarana pembantu di bidang pertanian dan industri. Seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung.

Jumlah kincir angin beberapa abad lalu ada sekitar 10.000 kincir angina. Sekarang, kurang lebih 1000 kincir angin. Sebagian kincir angin yang ada sekarang masih berfungsi serta menjadi  obyek wisata yang sangat menarik.

Setiap orang yang pernah berkunjung ke Belanda sudah bisa dipastikan akan mencari kincir angin. Sebagian besar kincir angin yang tersebar di seluruh wilayah Belanda sekarang hanya berdiri sendiri (satu bangunan) di suatu lokasi daerah.

Sedangkan yang merupakan kumpulan kincir angin, ada di dua tempat dan sudah menjadi obyek wisata yang terpopuler di Belanda.

Tempat ini adalah kawasan wisata yang dilestarikan atau dilindungi yaitu Zaanse Schans di Provinsi Belanda Utara (Province North Holland) dan Kinderdijk di Provinsi Belanda Selatan (Province South Holland).

Kumpulan kincir angin di kawasan wisata Zaanse Schans tampaknya belum banyak dikenal warga Indonesia yang berkunjung ke Belanda. Padahal lokasinya hanya 30 menit perjalanan dengan mobil, bus atau kereta api dari Bandara Schiphol Amsterdam atau 15 menit dari Centrum Amsterdam.

Jarang orang Indonesia yang membicarakan keindahan obyek wisata di Zaanse Schans terutama pemandangan kincir angin yang terletak berjajar di pinggiran sungai yang besar dan di tengah hamparan daerah pertanian yang hijau serta rumah-rumah tradisional Belanda.

Berkunjung ke kawasan wisata Zaanse Schans seyogyanya tidak dilewatkan saat mengunjungi Belanda karena lokasinya tidak jauh dari Amsterdam, terutama saat udara tidak dingin khususnya pada musim panas.

Mengunjungi kawasan wisata Zaanse Schans yang  dilestarikan ini selain menambah pengetahuan tentang fungsi kincir angin juga akan mengenal sekaligus menikmati keindahan daerah yang mempresentasikan cara hidup orang Belanda abad 17-18 atau dikenal juga sebagai Open Air Museum.

Wisatawan bisa menikmatinya dengan berjalan kaki di sepanjang tepi Sungai Zaan, mengunjungi berbagai obyek wisata di kawasan tersebut. Bisa juga dengan menaiki kapal wisata menyusuri sungai (rondvaart) merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga yang hanya ada di negeri kincir angin ini.

Kawasan wisata Zaanse Schans terletak di wilayah pemerintahan Zaanstad  yang ibukotanya di Zaandam dan terkenal  juga sebagai kota industri pertama di Eropa. Kawasan wisata Zaanse Schan berada di kota Zaandijk yang berdekatan dengan Zaandam.

Setiba di Zaandijk setelah menggunakan transporatasi kereta api yang berhenti di stasiun Koog aan de Zaan akan terlihat Sungai Zaan yang besar dan banyaknya kincir angin dengan aneka bentuk dan ukuran besar atau kecil.

Kemudian kita akan menghirup bau coklat yang sangat tajam dari suatu pabrik coklat yang juga sudah berumur ratusan tahun. Sebelum tiba di kawasan wisata Zaanse Schans akan melewati pemukiman yang sebagian besar rumahnya masih berasitektur kuno (Oud Zaandijk).

Kemudian menyebrangi jembatan yang sangat modern. Salah satu bagian jalan jembatan akan terangkat ke atas apabila kapal laut yang berukuran besar akan melewati bawah jembatan. Memasuki kawasan wisata Zaanse Schans tidak dipungut biaya.

Wisatawan langsung akan terlihat bangunan rumah kayu tradisional Belanda yang sudah berumur ratusan tahun (Zaanse Huisjes) dengan arsitektur unik khas Belanda yang sebagian besar dinding rumah kayunya berwarna hijau dan merupakan ciri khas rumah warga di wilayah Zaandstad.

Di pinggiran Sungai Zaan di kawasan wisata yang dilestarikan ini terdapat kumpulan kincir angin yang bentuknya beraneka ragam dan setiap kincir angin itu mempunyai fungsinya masing-masing.

Di sini bisa dilihat cara kerja kincir angin baik untuk keperluan mengeringkan lahan maupun keperluan industri dan pertanian. Di sepanjang Sungai Zaan dahulunya ada ribuan kincir angin.

Sekarang di kawasan Zaanse Schans tinggal 6 kincir angin yaitu De Huisman (pembuatan makanan saus mustard), De Kat (pembuatan cat), De Gekroonde Poelenburg & Jonge Schaap (penggergajian kayu), De Zoeker & De Bonte Hen (pembuatan minyak).

Ditambah 2 kincir angin yang kecil adalah De Windhond (pengasah batu) dan De Hadel (menguras air). Kincir-kincir angin ini pada musim dingin hanya dibuka untuk umum pada akhir pekan saja atau sesuai perjanjian kecuali Jonge Schaap yang buka setiap hari.

Untuk masuk ke dalam kincir angin dan melihat aktivitas dalam kincir angin akan dikenakan biaya. Sesungguhnya masih ada lagi kincir angin di luar wilayah kawasan wisata yang dilestarikan yang jumlahnya puluhan di wilayah Zaanstad ini.

Di kawasan wisata ini terdapat beberapa museum yang mempresentasikan kehidupan masa lalu orang Belanda abad 17-18 khususnya di wilayah Belanda Utara. Museum Zaans menyimpan koleksi artefak dan lukisan mengenai kehidupan orang Belanda ratusan tahun yang lalu.

Meseum yang lebih kecil di wilayah ini terkait dengan perusahaan-perusahaan ternama yang awalnya berdiri di Zaandam, seperti Verkade Paviljoen (produsen makanan coklat dan kue).

Ada pula museum dari supermarket tertua dan terbesar di Belanda saat ini yaitu Alberthijn yang berdiri pada tahun 1887. Lalu ada Het Nederlandse Uurwerk (museum jam), Bakkerij museum in de Gecroonde Duyvekater (museum pembuatan roti dan kue).

Museum Kincir Angin juga bisa dilihat tetapi terletak di Koog aan de Zaan saat berjalan memasuki Zaandijk.

Yang menarik di kawasan wisata Zaanse Schans bisa dilihat produk traditional Belanda lainnya yaitu pabrik pembuatan keju sekaligus toko penjualan keju (De Catherine Hoeve) dan pabrik  pembuatan sepatu kayu bakiak atau klompen (the Wooden Shoe Workshop the Zaanse Schans) yang tidak dipungut biaya masuk.

Klompen yang dibuat bentuknya unik dan lucu. Ada yang diukir, klompen sepatu roda, dan klompen ketawa. Ada juga pabrik kerajinan tembaga (The Coopery) dan perak yang sudah ada sejak ratusan tahun pula (The Tinkoepel).

Salah satu obyek wisata yang baru di Zaanse Schans adalah Museum Penyulingan Minuman yang memperlihatkan proses penyulingan 150 tahun yang lalu, tentunya pengunjung dapat mencicipi pula.

Untuk kenyamanan wisatawan tersedia pula toko-toko cinderamata (Vrede Souvenirs & Gift, Souvenirs & Diamonds ‘Saense Lelie’), toko barang-barang antik dan unik (Het Jagershuis).

Melengkapi kenyamanan berwisata di kawasan ini tersedia beberapa restoran dengan interior dan makanan khas Belanda. Di antaranya yang menyediakan kue traditional Belanda pannekoek (pancake) berukuran diameter 29 cm yang bisa dinikmati di Restoran De Kraai.

Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini dari berbagai penjuru dunia. Mereka mengakui kincir angin merupakan bangunan tradisional yang bentuknya sangat unik sehingga terlihat memesona.

Mereka juga menjadi lebih kagum karena ternyata kincir angin itu mempunyai fungsi yang sangat berarti bagi kehidupan orang Belanda dahulu dan sekarang.

Saat ini kincir angin sudah menjadi obyek wisata yang sangat menarik jika kita ingin lebih mengenalnya bersama dengan warisan budaya lainnya yang ada di Zaanse Schans. (Janine Helga Warokka/Kompas.com)

Yuk, Hang Out di Boat Quay dan Clarke Quay

BOAT Quay dan Clarke Quay merupakan tempat di Singapura yang tak boleh terlewat untuk dikunjungi. Kawasannya dipenuhi dengan restoran, pub dan club, serta tempat hiburan lainnya. Nampak banyak pengunjung berdatangan yang hendak merasakan suasana makan malam romantis.

Kondisi kedua tempat terbilang ramai dan pengunjung akan ditemani dengan beragam musik, mulai dari musik keras hingga musik jazz yang menyejukan hati. Tak sedikit wisatawan asing yang terlihat menghabiskan waktu di sini.

Boat Quay

Merupakan koleksi tempat terbaik dimana pengunjung bisa menikmati makanan di ruang terbuka tepat di samping Singapura River. Terdapat bermacam pilihan kafe, restoran, pub dan galeri desainer. Dulunya tempat ini adalah sebuah pelabuhan paling ramai. Namun kini bertransformasi menjadi tempat nongkrong bagi warga lokal maupun asing.

Clarke Quay

Berlokasi di tepi sungai yang menggabungkan arena tempat makanan, perbelanjaan dan hiburan dalam satu wilayah. Terdapat lima blok perumahan dan pertokoan. Ada pula restoran khusus, pub bertema tertentu dan wine bar. Nikmati pula pilihan makanan di Riverside Point. (wisatasingapura.sg)

Yuk, Jadi Penyihir Sehari di Hogwarts

Posted on

BERKUNJUNG ke lokasi dimana Harry Potter menghabiskan sebagian besar waktunya, menjadi hal yang diharapkan banyak muggle (manusia normal). Hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. Tak perlu harus pergi kedunia sihir, Anda bisa mengunjungi Wizarding World of Harry Potter yang terletak di Universal Orlando Resort, AS.

Muggle dari segala penjuru dunia kini bisa merasakan pengalaman bagaimana menjadi seorang penyihir. Banyak pelajaran ilmu sihir menanti anda yang bisa didapati dari tiga wahana berikut:

Dragon Challenge Rollercoaster
Di sini Anda bisa mengikuti Triwizard Tournament Champion untuk bertarung melawan seekor naga. Anda bisa memilih jenis coaster antara Chinese Fireball atau Hungarian Horntail. Keduanya menyajikan pertarungan berbeda.

Flight of the Hippogriff
Anda bisa belajar bagaimana menjinakkan Hippogriff setalah mendapat instruksi dari Hagrid. Selama perjalanan anda akan menemukan labu-labu kuning berukuran besar dan melewati pondok milik Hagrid.

The Forbidden Journey
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyusuri gang dan lorong kastil Hogwarts. Dumbledore akan menyambut anda disaat anda berkunjung ke kantornya. Anda juga akan melewati sebuah ruang kelas mata pelajaran Pertahan Terhadap Ilmu Hitam. Bersiaplah selama perjalanan karena anda mungkin akan bertemu mahluk-mahluk seperti naga, laba-laba, atau mungkin mahluk yang paling ditakuti yaitu dementor.

Anda juga bisa mengunjungi toko-toko seperti yang terdapat di Diagon Alley untuk mencari cenderamata, yaitu Dervish and Banges, Filchs Emporium, Honeydukes, Owl Post dan Zonkos. Jika anda lapar dan haus anda bisa singgah ke restoran Three Broomsticks yang menyajikan menu makanan ala Inggris seperti Fish and Chips, Cornish Pasties dan Pie Shepherd. Kunjungi pula Hogs Head Pub untuk menikmati minuman menyegarkan Butterbeer (non-alkohol), atau juga minuman berakohol lainnya.

Yang tak kalah menarik dari Wizarding World of Harry Potter adalah sajian hiburan dari nyanyian Frog Choir. Tak ketinggalan terdapat peragaan tarian upacara dari murid-murid Beauxbaton dan Durmstrang. Kedua penampilan tersebut ditampilkan sedemikian rupa layaknya seperti yang ada dalam film.

Menjadi penyihir belum lengkap rasanya jika belum memiliki sebuah tongkat sihir. Datanglah ke Olivanders, toko tongkat sihir paling terkenal di dunia sihir. Tongkat-tongkat sihir disini akan memilih anda sebagai pemiliknya. Kelengkapan informasi seputar objek wisata Wizarding World of Harry Potter, bisa diakses melalui situs wizardingworldharrypotter.com.

Rayavadee, Wisata Andalan Thailand

Posted on

MASIH dalam suasana liburan, Anda bisa mampir ke Thailand untuk menikmati beberapa tempat yang menjadi tempat andalan. Misalnya saja Rayavadee yang menawarkan keindahan pantai dan tempat penginapan untuk para artis.

Untuk tiba di Rayavadee, Anda perlu waktu pergi ke semenanjung di 500 kilometer ke arah selatan Kota Bangkok. Ini adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup semua orang.

Menariknya lagi, Resort Rayavadee mudah diakses dengan sebuah kapal speedboat yang diberangkatkan dari sebuah dermaga di Kota Krabi. Sambil menikmati perjalanan, Anda menyaksikan keindahan Pantai Phra Nang di luar sana.

Rayavadee menempati lahan seluas 26 hektar yang dipenuhi taman-taman indah dan cocok untuk berbulan madu bagi para artis, seperti Gwyneth Paltrow, Kate Moss dan Colin Farrell maupun wisatawan biasa

Rayavadee atau ‘Tanah Princess’ adalah salah satu tempat wisata di sudut pantai terbesar, Phra Nang yang berada di tepi Taman Nasional Laut Krabi. Di dekatnya juga terdapat gua Tham Phra Nang yang dipercaya penduduk lokal sebagai tempat tinggal Dewi Putri.

Menurut sejarah, para nelayan biasanya selalu berdoa kepada Phra Nang untuk mendapatkan keberuntungan saat pergi ke melaut dan pulang kembali sambil membawakan dupa beserta bunga.

Saat pergi ke gua pun, Anda diharuskan membawa karangan bunga melati yang diikat pita cantik dan lilin. Upaya ini dilakukan sebagai persembahan kepada Dewi Yang Agung. Di dalam gua juga ada tumpukan kayu yang dicat warna cerah

Bagi Anda yang berminat, silahkan hubungi Customer Service kami.

Batam Little Singapore

Posted on

INDONESIA adalah negeri yang kaya akan alam, serta kemajemukan budaya dan bahasa. Namun, selama ini, yang identik dengan dunia pariwisata Indonesia adalah Bali. Padahal, Indonesia mempunyai daerah tujuan wisata lain yang memiliki nilai jual. Salah satunya Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kendati lebih dikenal dengan sebutan kota industri karena banyaknya industri yang beroperasi di daerah ini, Kota Batam tak kalah dengan sejumlah pesona wisata lainnya yang ada di Kepri.

Orang Singapura yang berkunjung ke Batam selalu memanggil kota, yang disebut sebagai Bandar Madani itu, dengan sebutan ‘little Singapore’ (Singapura kecil). Pasalnya, apa yang ada di Singapura hampir bisa ditemui di daerah ini, khususnya barangbarang impor bermerek dan murah.

Singapura dan Batam, yang hanya berjarak sekitar 20 km, juga menjadi latar belakang mengapa Batam dipanggil Singapura kecil oleh wisatawan mancanegara. Mungkin sebutan itu terlalu berlebihan. Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan hal itu bukan sebutan yang berlebih an. Alasannya, sejak era 80-an, Batam sudah dikenal masyarakat Singapura.

“Hampir 10% pekerja di Batam adalah warga Singapura. Mereka bekerja di berbagai sektor industri. Batam tidak terlepas dari gemerlap Singapura. Itulah Batam,” kata dia kepada Media Indonesia.

Dia menjelaskan Kota Batam merupakan kota tujuan wisata di Indonesia, nomor tiga setelah Bali. Ini merupakan prestasi cukup baik di tingkat nasional. Tingkat kunjungan wisman dari tahun ke tahun terus meningkat secara signifi kan. Bahkan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah ini, baik dalam maupun luar negeri, telah mencapai 2,2 juta orang pada 2010.

“Untuk triwulan pertama 2011 sudah ada peningkatan sebesar 4,3% kunjungan wisman ke Batam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan mudah-mudahan target kunjungan wisman sebanyak 1,2 juta orang bisa tercapai hingga akhir tahun,” ujarnya.

Untuk itulah, lanjutnya, Pemkot Batam tidak mau setengah hati dalam memajukan wisata daerah. Salah satunya menyediakan berbagai informasi wisata di Bandara Hang Nadim Batam.

“Semuanya kami perhatikan. Memang tidak mudah, tapi prestasi di tempat ketiga di tingkat nasional itu harus kami pertahankan, kalau bisa kami di tingkat pertama,” paparnya.

Banyak pilihan yang menjadi alasan untuk berkunjung ke Batam, mulai barang murah, hingga variasi kuliner yang menggiurkan selera. Tidak mengherankan, kota ini tidak pernah sepi dari wisatawan asing dan dalam negeri.

Di kawasan Nagoya, misalnya, selalu ramai dikunjungi, terutama wisatawan asing. Kawasan itu pun dikenal sebagai ˜kampung bule”. Kawasan ini memang hidup ketika malam hari.

Kawasan lain yang cukup di kenal adalah kawasan bisnis seperti Nagoya, Sei Jodoh, atau Batam Center. Di sana, Anda dapat berburu barang-barang impor seperti parfum dan barang-barang elektronik.

Kota ini juga terkenal dengan resor dan hotel mewah. Anda tidak perlu khawatir untuk mendapatkan penginapan di kota ini. Dari losmen hingga tempat penginapan mewah tersedia.

Lokasi strategis

Industri pariwisata di Batam kini memang tengah tumbuh. Hal itu diakui Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Kepri Kadek Sutraini. Dia mengakui, di Batam, banyak lokasi strategis yang layak untuk dikunjungi. Tempat-tempat itu di antaranya Pulau Rempang dan Galang. Sementara itu, tempat wisata yang wajib dikunjung wisman adalah Jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang) dan lokasi menarik seperti tempat bekas penampungan pengungsi Vietnam, yang setiap tahun digelar acara menarik untuk menarik wisatawan.

“Tidak ada spesifi kasi wisata di Batam, semuanya tersedia. Selain berbelanja, kuliner, wisata air, semuanya ada, bahkan wisata religius pun tersedia,” katanya.

Menurut dia, saat ini, infrastruktur pendukung untuk menyambut Visit Batam 2011 sudah sangat mem bantu wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini. Namun, pelaku industri pariwisata mengharapkan pemerintah daerah dan pusat mendukung promosi kawasan-kawasan wisata agar tujuan tersebut tercapai. ( Hendri Kremer, media indonesia)

%d bloggers like this: