RSS Feed

Tertarik Plesiran ke Chernobyl?

Posted on

SELAMAT datang di Pripyat, sebuah kota di Ukraina yang identik dengan tragedi kebocoran pembangkit listrik tenaga nuklir yang paling terkenal di dunia, Chernobyl. Dua puluh lima tahun yang lalu, akibat bencana nuklir yang mematikan, hutan-hutan alami di sini harus menanggung beban.

Tak hanya itu, bencana ini juga meninggalkan korban yang tak terhitung jumlahnya. Tak terbayang penderitaan mereka akibat dampak radioaktif dan bencana ekologis.

Namun kini, wilayah itu siap merevitalisasi dirinya, Chernobyl dijadikan destinasi wisata dan merupakan tempat paling banyak dikunjungi di Ukrania. Sekitar 6.000 wisatawan yang kebanyakan berasal dari Eropa melakukan tur privat yang diadakan oleh pejabat setempat.

Tapi mulai tahun ini, pemerintah ingin mendulang pendapatan lebih. Mereka pun secara resmi membuka zona itu untuk tempat wisata. Tak lupa disertai peningkatan keamanan dengan membangun sebuah kerangka beton raksasa untuk membungkus reaktor pada 2015.

Setelah melakukan perjalanan selama 2 jam dari Kiev, tur dimulai di kantor lembaga informasi Ukraina. Seorang pemandu akan menunjukkan peta dengan kode warna peta yang menandakan lokasi meledaknya radioaktif dari zona eksklusi atau zona mati. Zona itu beradius 30 kilometer sehingga memerlukan izin ketat, terutama warga asing, untuk masuk.

Selanjutnya, wisatawan akan dibawa berkeliling ke menara pendingin dan reaktor nuklir berkarat. Ada sebuah patung menyerupai Iwo Jima yang ditujukan kepada 29 petugas pemadam kebakaran yang telah meninggal di sana.

Setelah tur selama 4 jam dan makan ala penjara, pengunjung diminta berdiri di atas sebuah alat yang terlihat seperti mesin waktu. Jika lampu menunukkan warna hijau, itu berari kita bebas dari radiasi dan diperbolehkan untuk pergi. Dalam perjalanan keluar dari zona eksklusi, kendaraan juga harus melalui alat semacam sinar X untuk mendeteksi adanya radiasi.

Wisata baru ini memang tidak murah. Setiap orang diharuskan membayar sekitar US$150 bila datang berkelompok dan US$400 bila datang sendiri.

Namun, ada pula kontra terhadap wisata baru ini. Sergii Mirnyi, seorang komandan peleton pengintai radiasi yang bertugas pada 1986, menuduh pemerintah telah memanfaatkan penderitaan atas bencana Chernobyl untuk mengeruk keuntungan. Ia berkata seharusnya pemerintah mendirikan monumen untuk pendidikan ekologi.

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: