RSS Feed

Merasakan Kesejukan Istana Tampak Siring

SEPANJANG mata memandang hanya kehijauan. Ini sudah cukup menggambarkan letak dari Istana Tampak Siring yang berada di Kabupaten Gianyar, Bali. Ya, istana indah ini berada di areal perbukitan pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Wilayah perbukitan nan hijau menjadi sebuah jaminan sejuknya udara di sekitar istana yang pembangunannya diprakarsai oleh Presiden Soekarno sebagai istana kepresidenan ini. Jika berlibur ke Bali, Anda pun bisa mengunjunginya.

Berkunjung ke Istana Tampak Siring, Anda bisa menyaksikan riwayat dan fungsi bangunan bersejarah yang pernah digunakan oleh para presiden.

Pada Wisma Merdeka misalnya yang memiliki luas 1.300 meter persegi, Anda bisa melihat Ruang Tidur I dan Ruang Tidur II Presiden, Ruang Tidur Keluarga, Ruang Tamu, serta Ruang Kerja dengan penataan yang indah. Masih di Wisma Merdeka, Anda juga bisa melihat hiasan-hiasan berupa patung serta lukisan-lukisan yang indah.

Beralih ke Wisma Negara, Anda dapat melihat sebuah bangunan dengan luas sekitar 1.476 meter persegi yang merupakan bangunan untuk menjamu para tamu negara. Antara Wisma Merdeka dan Wisma Negara terdapat celah sedalam lebih kurang 15 meter yang memisahkan kedua wisma tersebut.

Karena celah yang cukup dalam, dibuatlah sebuah jembatan dengan panjang 40 meter dan lebar 1,5 meter untuk menghubungkan kedua wisma itu. Jembatan ini dikenal sebagai Jembatan Persahabatan. Namanya diberikan karena para tamu negara yang menuju Wisma Negara akan melalui jembatan ini.

Selanjutnya, ada Wisma Yudhistira yang merupakan tempat menginap rombongan kepresidenan maupun rombongan tamu negara. Wisma yang terletak di tengah kompleks Istana Tampak Siring ini memiliki luas sekitar 1.825 meter persegi.

Bangunan lainnya yang bisa Anda lihat adalah Wisma Bima yang biasa digunakan sebagai tempat istirahat para pengawal presiden. Satu lagi gedung yang tak kalah penting adalah Gedung Konferensi dimana rapat kabinet, jamuan makan malam tamu kenegaraan, dan konferensi penting lainnya kerap dilangsungkan.

Masih di dalam kawasan Istana Tampak Siring, Anda juga bisa menyaksikan obyek wisata yang berasal dari legenda bali yaitu Pura Tirta Empul. Menurut mitos lokal, mata air suci yang ada di tempat ini berasal dari kisah Raja Mayadenawa yang karena kesombongannya kemudian dihukum oleh Betara Indra dengan mengutus bala tentara.

Karena serangan tersebut, Mayadenawa kemudian melarikan diri ke hutan dan menciptakan mata air beracun untuk membunuh para tentara yang mengejarnya. Untuk menanggulangi dampak buruk mata air itu, Betara Indra kemudian membuat mata air penawarnya yaitu Tirta Empul (air suci).

Mengenai nama istananya sendiri, masih dalam pengejaran oleh bala tentara, untuk mengelabuhi mereka, Mayadenawa kemudian memiringkan jalannya, namun tipu daya itu tidak berhasil. Ini bisa terlihat dari arti katanya yaitu tampak dan siring yang berati telapak dan miring.

Bila hendak berkunjung, objek wisata ini berjarak lebih kurang 40 kilometer dari Denpasar dan dapat ditempuh dengan kendaran pribadi ataupun taksi. Namun, untuk wisata yang praktis, Anda dapat menyewa jasa biro perjalanan (travel agent).

Perlu diingat, jika mengunjungi tempat ini Anda harsu menggunakan pakaian yang sopan.

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: