RSS Feed

Meloncat ke Masa Lalu di Desa Cuandixia

JIKA Anda mencari sebuah liburan yang sederhana di China namun tidak menyimpang terlalu jauh dari Beijing, ikuti saja arah kompas menuju barat ke Desa Cuandixia yang berasal dari Dinasti Ming.

Terselip di dasar lengkungan pegunungan, berada sekitar 90 kilometer sebelah barat Beijing, Cuandixia menawarkan cuplikan sejarah dengan visi romantis dari China yang jauh dari gedung pencakar langit dan mal mewah.

Perjalanan baru benar-benar akan terasa setelah bus keluar dari Sixth Ring Road dimana bangunan bertingkat tinggi seolah nampak mencair dan pegunungan barat mulai menjulang menggantikan tampilannya.

Jalan raya seperti ular di sekitar pegunungan yang subur dan hijau seketika membawa Anda ke desa Cuandixia. Di sinilah, Anda seolah telah meloncat kembali ke masa lalu.

Desa Cuandixia diisi sekitar 70 rumah yang menempel di lereng gunung. Awalnya, desa ini dibangun oleh sebuah keluarga yang bermigrasi dari provinsi Shanxi, lebih dari 400 tahun yang lalu. Selama dinasti Ming dan Qing, jalan melalui gunung-gunung di provinsi Hebei dan Shanxi bertindak sebagai jalur perdagangan dan lorong.

Dahulu, penduduk Cuandixia akan senang hati membuka pintu mereka untuk wisatawan dan melayani para pedagang yang lewat. Seiring waktu, desa sempat terlupakan ketika rel kereta berubah rute ke barat.

Namun, baru-baru ini popularitas Desa Cuandixia kembali meningkat dan sekali lagi penduduk desa yang masih menganut nilai tradisi dan keramahan membuka pintunya untuk wisatawan yang ingin bermalam atau mencicipi makanan enak.

Hampir semua halaman rumah di Desa Cuandixia beroperasi sebagai penginapan, dan dua kamar untuk satu malam biasanya berharga sekitar 50 yuan (sekitar Rp66 ribu).

Berada di desa, Anda bisa jalan-jalan menyusuri jalur berkelok-kelok dan menjelajahi lingkungan sekitar sambil merasakan sejuknya udara pegunungan.

Jika ingin terus lanjut ke atas bukit, setelah beberapa ratus meter, jalur aspal akan berubah menjadi jalan tanah dan Anda akan berjalan melalui jurang gua di pegunungan. Cekungan celah karang yang akan Anda temui tampak seperti pintu gerbang ke dunia lain.

Ketika malam menjelang, desa ini juga menawarkan kesempatan untuk melihat langit malam yang cerah dengan sedikit polusi cahaya.

Satu hal yang harus diingat bila berkunjung, suhu di Cuandixia lebih rendah daripada di pusat Beijing dan bisa turun tajam pada malam hari, sehingga disarankan membawa mantel tebal.

Sesaat berada di Cuandixia akan mengembalikan pikiran segar Anda, ini akan berguna ketika tiba saatnya kembali menghadapi kesibukan kota. (xinhuanet.com)

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: