RSS Feed

36 Jam di Kyoto, Jepang

KYOTO, bekas ibukota kekaisaran Jepang adalah kota kuno dengan cahaya yang gemerlapan. Di sini Anda akan melihat perpaduan futuristik dan sentuhan tradisional.

Anda dapat berkeliling melihat 2.000 kuil kuno, kemudian makan malam di restoran modern. Sekilas, geisha juga terlihat menyusuri jalan dan sesaat Anda akan merasa seperti terlempar ke abad 18.

Untuk pengalaman lebih lengkap mengenai kota yang terletak di Pulau Honshu ini, berikut perjalanan selama 36 jam di Kyoto yang dimulai Jumat, seperti yang dikutip dari nytimes.com.

1. Berburu warisan budaya (Jumat, pukul 17.00 waktu setempat)

Dua setengah tahun yang lalu, kota ini membuat undang-undang yang ditujukan untuk melindungi warisan kota yang telah tercemar dalam beberapa dekade terakhir dengan menara beton dan kekuatan lain dari modernisasi.

Untuk melihat sekilas fantasi Kyoto tua, Anda bisa berkunjung ke Gion, sebuah distrik hiburan dimana menjelang senja, geisha dan maiko (geisha dalam masa pelatihan) sering terlihat.

Ketika langit mulai meredup, Anda bisa jalan-jalan di sepanjang Shirakawa Minami-dori, jalan yang dikelilingi oleh atmosfer struktur kayu yang diawetkan.

2. Kaiseki modern (pukul 19.00)

Kaiseki merupakan haute cuisine Kyoto, sebuah makanan dengan cara pembuatan yang rumit yang berasal sekitar 500 tahun lalu sebagai iringan untuk upacara teh.

Kini mencoba masakan ini dapat menjadi pengalaman langka dan mahal. Anda bisa mencobanya di restoran berbintang Michelin seperti Kikunoi dengan harga mulai dari US$160 per orang (sekitar Rp1,44 juta).

Tapi untuk harga yang lebih terjangkau, Anda bisa mencoba Giro Giro Hitoshina di 420-7 Nanba-cho, Nishi Kiya-machi-dori, Higashigawa, Matsubarashita, Shimogyo-ku. Ini adalah sebuah restoran bergaya rumah kota tua dari kayu dengan jendela lantai yang menghadap ke kanal Takase-gawa. Harga makanan di sini sekitar US$40 (sekitar Rp360 ribu).

3. Petualangan malam (pukul 21.00)

Untuk merasakan budaya pemuda Kyoto, langkahkan kaki Anda ke rumah funky atau klub musik. Salah satu tempat terbaik adalah Taku Taku di Tominokoji-dori, Bukkoji-sagaru, Shimogyo-ku. Tempat ini adalah bekas gudang penyimpanan sake yang menjadi tuan rumah bagi musik blues, rock, Japanese rock dan pop.

Dari Taku-taku, petualangan malam bisa dilanjutkan ke Super Jankara Karaoke Room di 296 Naraya-cho, Kawaramachi, Takoyakushi-agaru, Nakagyo-ku. Bernyanyilah sepanjang malam.

4. Tempat yang damai (Sabtu, pukul 10.00 waktu setempat)

Meskipun banyak dikerumuni wisatawan selama musim bunga ceri (akhir Maret-awal April), Taman Maruyama di Gion merupakan tempat yang cukup tenang sepanjang tahun.

Anda bisa memulainya dari Kuil Yasaka yang cerah dengan warna putih-oranye di mana penduduk setempat berdoa kepada dewa kemakmuran dan kesehatan, kemudian pergi berjalan melalui kolam masa lalu, taman-taman dan pohon sakura raksasa.

5. Berlaku seperti biarawan (tengah hari)

Shojin Ryori, masakan vegetarian dikembangkan berabad-abad yang lalu oleh biksu Budha Zen. Ini terdiri dari sayuran, kacang-kacangan dan berbagai variasi dadih kacang, termasuk tahu wijen lembut dan kulit tahu kenyal.

Salah satu tempat terbaik untuk menikmati sampel itu adalah Tenryu-ji Shigetsu di Sigetu Syojin-ryouri, Saga, Ukyo-ku. Tempat ini berada di sebuah kuil abad ke-14 di Arashiyama. Anda dapat makan sambil duduk atau berlutut di sebuah aula kayu panjang dalam kondisi yang hening. Harga makanan dimulai dari 3.000 yen (sekitar Rp321 ribu).

6. Menghabisakan beberapa yen (pukul 13.30)

Anda akan menemukan banyak godaan di sepanjang Sanjo-dori antara Teramachi-dori dan Muromachi-dori. Hamparan sempit ini dipenuhi dengan toko-toko bergaya, pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Juga pengembaraan yang bernilai ada di Teramachi-dori antara Oike-dori dan Marutamachi-dori, dimana Anda dapat menemukan tekstil kuno dan kimono yang dibuat dari elm, rami dan serat linden di Galeri Kei yang berada di 671-1 Kuon-in-mae-cho, Ebisugawa- agaru, Teramachi-dori, Nakagyo-ku.

7. Suasana berbeda di Kyoto (pukul 16.00)

Untuk suasana berbeda, berhentilah di Somushi Kochaya yang berada di Karasuma Sanjo-Nishi-iru. Ini adalah sebuah kedai teh Korea yang melayani teh obat berduri dengan bahan seperti jahe dan daun kesemek seharga 650 yen (sekitar Rp69 ribu).

Atau mencari galeri dan kafe OKU di 570-119 Gionmachi Minamigawa, Higashiyama-ku. Sebuah ruang putih minimalis dengan jendela panjang dan rendah yang menghadap sebuah taman miniatur Jepang. Untuk sebuah teh yang disajikan pada perangkat keramik elegan hitam dan putih Anda dikenakan biaya 1.400 yen (sekitar Rp150 ribu).

8. Makan malam mie (pukul 18.00)

Rasakan udon dan soba buatan tangan yang merupakan makanan paling nyaman Jepang di Honke Owariya yang didirikan pada 1465 dan dikatakan sebagai toko mie tertua di Kyoto.

Sebenarnya ada tiga lokasi seluruh kota, tetapi restoran berusia 545 tahun ini adalah yang paling menarik. Anda bisa mencoba Hourai Soba dengan jamur hioko, tempura udang, daun bawang dan lobak parut Jepang seharga 2.100 yen (sekitar Rp225 ribu).

9. Jalan-jalan malam (pukul 21.00)

Pontocho-dori, gang sempit yang penuh dengan bar, restoran dan raksasa lentera kertas bercahaya, bagus untuk objek foto Anda. Tetapi untuk adegan yang lebih lokal, berjalanlah menuju utara ke Nijo-dori, sebuah jalan sepi dengan rumah-rumah pribadi dan bisnis kecil.

Beberapa yang bisa Anda kunjungi adalah Cafe Bibliotic Hello di Nijo-dori, Yanaginobanba Higashi iru, Nakagyo-ku. Ini adalah sebuah kafe, galeri dan bar yang nyaman.

Kemudian Anda bisa mengakhiri malam di Chez Quasimodo yang berada di Takakura Dori, Nijo-agaru, Nakagyo-ku. Ini adalah bar yang intim dimana pemiliknya menuangkan Scotch langka sambil diiringi lantunan lagu jazz.

10. Tur budaya kontemporer (Minggu, pukul 10.00 waktu setempat)

Untuk tur budaya kontemporer Jepang, Anda bisa memulainya dari Museum Onishi Seiwemon di Kamanza-cho, Nishi-Shinmachi iru, Sanjo-tori, Nakagyo-ku.

Kemudian ke Museum Internasional Manga di Karasuma-Oike, Nakagyo-ku. Museum yang dibuka pada 2006 di sebuah sekolah dasar ini diubah dengan pameran, demonstrasi menggambar dan perpustakaan khusus untuk buku-buku komik Jepang dan internasional.

11. Jalan-jalan di pasar (tengah hari)

Kunjungan terakhir adalah pasar Nishiki-koji di Nishiki-koji-dori, Nakagyo-ku. Tempat ini dipenuhi dengan warung kecil yang menghasilkan makanan laut dan makanan khusus seperti belut goreng.

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: