RSS Feed

Sisi Gelap Meksiko Diminati Wisatawan

Posted on

“Dark tourism is a different type of tourist attraction. It is the act of travel and visitation to sites of death, disaster and the seemingly macabre. Tourists flock to experience sites of past terror that offer up grim and disturbing tragedies.”

MANUSIA selalu haus akan tantangan dan hal yang baru, begitupun yang dilakukan beberapa pelancong yang memilih sisi gelap Meksiko untuk berwisata.

“Wisatawan asing yang sebagian besar dari Eropa telah mendaftar untuk wisata menyamar dalam Tepito, daerah pasar yang luas di Mexico City yang terkenal untuk transaksi narkoba, prostitusi di bawah umur dan barang bajakan,” kata Cesar Estrada, kepala Universal Travel, seperti yang dikutipReuters, Selasa (24/8).

Meningkatnya kekerasan dalam perang narkoba Meksiko sebenarnya dapat memicu beberapa calon wisatawan untuk berpikir dua kali tentang Meksiko, tetapi agen wisata justru menawarkan wisata alternatif.

Agen wisata inovatif menawarkan perjalanan ke daerah pegunungan terpencil yang merupakan markas pemberontak sayap kiri Zapatista dan ke lingkungan yang penuh dengan kejahatan di Mexico City.

Pusat komunitas lain menjalankan apa yang mereka sebut ‘safari’ di daerah bersejarah, dimana banyak orang Meksiko menolak untuk menginjakkan kaki karena takut dirampok di bawah todongan senjata.

Wisatawan juga bisa mengikuti wisata di Hidalgo, dimana satu agen wisata yang dikelola penduduk lokal mensimulasikan perjalanan berbahaya Meksiko dan Amerika Tengah saat mereka menyeberangi perbatasan AS secara ilegal.

Seolah kenikmatan meminum margarita di tepi pantai berpasir putih bukan lagi menjadi hal menarik, para wisatawan ini justru memilih situs wisata yang kurang terkenal dimana mereka harus dikejar petugas imigrasi atau mengambil risiko di daerah kumuh yang berbahaya.

Seorang turis asal Jerman, Donata Von Salviati, mengatakan lebih suka wisata seperti ini karena mereka menyediakan pengalaman Meksiko yang lebih nyata yang tidak bisa ditemukan di resor pantai seperti Cancun.

Untuk perjalanan malam melalui taman negara di mana mereka berjuang untuk bersaing dengan panduan menyamar sebagai polleros, trafficker kejam yang biasa mengantar calon imigran miskin melintasi perbatasan, para wisatawan harus membayar sekitar 200 peso (sekitar Rp142 ribu).

Guna lebih memahami penderitaan imigran, para wisatawan dilarang membawa makanan dan air ketika menyeberang melalui sebuah sungai di kegelapan dan bersembunyi di semak-semak untuk menghindari otoritas imigrasi Amerika Serikat.

Wisata seperti ini sudah dimulai enam tahun lalu dalam upaya untuk menarik perhatian akan nasib imigran tanpa dokumen, dimana hampir 7 juta orang Meksiko tinggal secara ilegal di AS pada Januari 2009.

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: