RSS Feed

10 Lovely Honeymoon Villas in Bali

Posted on

Kayumanis Ubud

Suara tangisan anak adalah mimpi buruk bagi semua pasangan bulan madu. Itu mungkin sebabnya vila ini menerapkan standar privasi ketat dengan menolak tamu berusia di bawah 16 tahun. Dari lobi, tamu akan dibawa menuruni anak tangga beralaskan batu. Kontur alam berbukit khas Ubud dimanfaatkan untuk membentuk jalan dengan tekstur bergelombang. Privasi memang diutamakan di sini. Bahkan proses check-in pun dilakukan di dalam vila, bukan di lobi.

Kayumanis Ubud memperlakukan vilanya bak rumah suci yang harus selalu dipelihara martabatnya. Sebelum melewati pintu, tamu diwajibkan mengikuti ritual pembersihan kaki menggunakan air bertabur bunga yang dituang dari gentong tanah liat, tak ubahnya prosesi pemandian adat sebelum akad nikah. Ritual ini lazim dipraktikkan masyarakat Bali guna mengusir roh jahat.

Dari jendela kamar tidur tersaji pemandangan kolam renang luas dengan ruang makan dan ruang bersantai di sisinya. Kamar mandi beratap alang-alang dilengkapi bathtub serta ruang pancuran seksi di area terbuka.

Perlakuan pada pasangan bulan madu terbilang istimewa: selain complimentary mini bar dan biskuit khas Kayumanis, tamu juga akan mendapatkan kue bulan madu, lilin berbentuk hati, serta taburan bunga di bathtub. Di pintu masuk vila, sebagai tanda penghuninya adalah pasangan yang baru menikah, pengelola akan memancang dua payung putih khas Bali.

Area spa terhubung oleh jembatan kayu yang membelah sungai. Total terdapat 10 paviliun spa yang semuanya menghadap langsung Sungai Ayung. Terapi andalan tempat ini, Sensory Surrender, berlangsung selama enam jam dan mencakup trekking di sekitar vila, yoga, serta light meal. Saat trekking, tamu akan dibawa menyusuri hutan yang dihuni tupai dan monyet kecil. Tapi menu spa paling unik adalah Spa Secret. Terinspirasi oleh tradisi kecantikan dan penyembuhan tradisional Bali, terapi ini mengajak para tamu menilik Spa Garden Kayumanis untuk menyaksikan dan mengolah sendiri bahan-bahan dasar perawatan spa.

Restoran utama di Kayumanis, Dining Corner, memiliki spesialisasi menu-menu Thailand. Layak dicoba paket Delectable Sampler Food yang terdiri dari delapan menu mini dengan pilihan makanan Thailand atau Bali. Desa Sayan, Ubud, T.0361 972 777, www.kayumanis.com.

The Elysian

Berdiri di jalan sempit Sari Dewi, The Elysian menawarkan persembunyian tenang dari ingar-bingar turis di Seminyak. Bukan tanpa alasan properti ini memilih nama “Elysian”, kata Yunani yang berarti “surga”. Vila ini menunjukkan kelasnya dengan tergabung di bawah jaringan Design Hotels dan Hip Hotels.

Dihiasi warna-warna alam, nuansa natural terasa kental di sini—kolam-kolam dengan suara gemericik air yang menenangkan menyambut pengunjung di area penerimaan; tembok batu dibiarkan telanjang tanpa polesan cat; dan lampu-lampu gantung berbahan bambu bergelayutan di langit-langit.

Menuju vila, tamu harus meniti jalan batu yang dipagari taman di kedua sisinya. The Elysian mengo-leksi total 26 vila yang masing-masingnya berisi kamar tidur, kolam renang pribadi, serta ruang makan yang dilengkapi meja tepanyaki. Menggelar pesta barbeque romantis di sisi kolam juga dimungkinkan. Layaknya vila berstandar bintang lima, jasa butler berjaga selama 24 jam.

Sampanye, kue berbentuk hati, dan taburan bunga disiapkan khusus bagi mereka yang sedang berbulan madu. Sesi pijat bersama pasangan bisa dinikmati baik di dalam vila maupun di ruangan spa.

Dilengkapi fasilitas televisi layar datar, pemutar DVD, laptop, serta iPod yang terhubung dengan sistem suara Bose, vila ini memang tak memberi secuil pun alasan untuk tamu beranjak ke luar, termasuk untuk mencari makan. Tapi jika tamu merasa bosan dengan in villa dining, The Elysian menyediakan Rush Bamboo Restaurant & Bar yang dipimpin oleh Koki Banjar yang terkenal piawai dalam menciptakan aneka makanan dari bahan-bahan organik. Jl.Sari Dewi 18, Seminyak, T.0361 730 999, www.theelysian.com.

The Kayana

Menjadi bagian dari kelompok elite “Royal Collection” Grup Hotel Santika, The Kayana mengusung konsep modern minimalis untuk 24 vilanya. Jalan batu yang dibingkai pohon kamboja mengantar tamu menuju vila. Seluruh vila diberi kode nomor berawalan angka delapan, sebuah simbol atas ikatan yang tidak terputuskan dari para pasangan bulan madu yang menginap di sini.

Penerapan konsep minimalis membuat beberapa sudut bangunan terlihat hampa. Warna putih dan krem pada interior vila beratap alang-alang ini juga terkesan kaku. Namun setidaknya pintu-pintu kaca di sekeliling kamar yang mempertontonkan hamparan taman bisa mengimbangi aura ”dingin” di dalam vila.
Makanan disajikan di The Dauh Restaurant. Tapi jika tamu tak ingin beranjak sejengkal pun dari vila, area di sisi kolam pun bisa disulap menjadi ruang makan. Butler yang siaga siang dan malam siap melayani pesanan tamu, dan agar tidak mengganggu privasi, mereka akan mengantarkan makanan lewat akses khusus di samping vila.

Paket-paket perawatan bersama pasangan bisa dinikmati di Ayur Spa. The Kayana juga menyediakan jasa transportasi pp dari vila ke Seminyak atau Legian. Balinese Blessing ditawarkan untuk para pasangan yang ingin mendapatkan pemberkatan tradisional ala Bali usai pernikahan. Jl.Raya Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, T.0361 8476 628, www.thekayana.com.

The Bale

“The white stone villa”, begitu cara orang mengingat properti ini. Dirancang dalam tema modern minimalis, The Bale memoles vila-vilanya dengan warna dominan putih. Bahkan semua pohon kamboja yang tumbuh di sekitarnya dipilih hanya yang berbunga putih. Jika kebanyakan properti menyebar vila di kaki bukit, The Bale justru memilih cara sebaliknya: tamu harus mendaki tangga yang dihiasi kolam untuk menjangkau vila yang terselip di gang-gang labirin. Tiap vila didesain luas dengan atap berbahan jerami. Warna putih yang dominan dikawinkan dengan materi kayu.

Gimmick adalah salah satu nilai jual dalam konsep layanan properti berbintang. The Bale menerapkannya di kamar mandi dengan mempersilakan tamu menentukan sendiri wewangian favorit untuk perlengkapan mandi. Pilihannya mencakup aroma kopi, serai, cendana, kamboja, serta sedap malam. Di samping kolam renang pribadi terdapat bale megah berbentuk tempat tidur dan mini bar yang disediakan gratis.
Seperti Kayumanis Ubud, properti di bawah naungan jaringan Small Luxury Hotels ini juga menerapkan kebijakan ketat soal batasan umur. Syarat tamu adalah berusia di atas 16 tahun, dan tiap vila hanya boleh ditempati maksimum dua orang.

Dengan spesialisasi menu internasional dan Mediterania, The Faces, restoran utama di properti ini, pernah menggelar pertemuan untuk Chaîne des Rôtisseur, asosiasi gastronomi internasional yang berpusat di Prancis. Topeng-topeng logam yang dipajang cantik dalam rak kayu seolah ingin menegaskan arti dari nama restoran—The Faces.

The Bale menyediakan transportasi bagi tamu menuju pantai terindah di kawasan Nusa Dua, Pantai Geger, yang berjarak hanya lima menit. Tapi jika sedang malas bersosialisasi, tamu bisa bersantai di area Beach Club yang menawarkan privasi dan beroperasi mulai pukul 10:00-17:00. Tabir surya disediakan gratis. Jl.Raya Nusa Dua Selatan, Nusa Dua, T.0361 775 111, www.thebale.com.

The Villas


Gaya desain vila di The Villas mencampurkan banyak elemen. Dari luar, bangunan terlihat menyerupai rumah tradisional Sumba berkat penggunaan atap jerami. Kolam renangnya menampilkan simbol yin dan yang, sementara di taman terdapat patung batu Buddha yang diletakkan berseberangan dengan patung Ganesha. Simbol Tuhan dalam ajaran Hindu, Om, terpampang di lukisan di kamar tidur.

Pantry menyediakan perlengkapan memasak yang lengkap. Tapi jika tamu enggan menyentuh telur dan bawang, gantungkan saja menu pilihan sarapan di pintu masuk, maka keesokan paginya akan muncul seorang koki yang bertugas menyiapkan makanan pesanan.

Bangunan yang justru mengagumkan di The Villas adalah Prana Spa dan Prana Restaurant. Dikelilingi tembok berwarna jingga, kompleks megah bertingkat dua laksana benteng ini memancarkan gaya arsitektur Rajasthan, India. Bagian tengahnya dihuni taman yang menampung area alfresco dining.

Memasuki Prana Spa ibarat menerobos alam fantasi. Warna-warna terang saling bertabrakan dengan detail interior bergaya India. Lorong-lorongnya membuat Anda seakan berada di tengah souq. Jl.Kunti II8X, Seminyak, T.0361 730 840, www.thevillas.net.

Villa De Daun

Hiruk pikuk kawasan Kuta mendadak sirna begitu memasuki kawasan vila ini. Konsep desain Villa de daun seolah melebur manusia dalam keharmonisan alam. Masing-masing vila dilengkapi kolam renang persegi panjang, taman tropis, tempat tidur berkanopi, kamar mandi luas, serta ruang makan. Fasilitas spanya, Dala Spa, pernah terpilih dalam SpaAsia Crystal Award 2008 sebagai yang terbaik di kategori hotel butik. Jl.Raya Legian, Kuta, T.0361 756 276, www.villadedaun.com.

Alila Villas Soori

Servis yang personal menjadi keunggulan resor milik grup Alila ini. Manajemen vila akan melakukan riset mendalam dan mempelajari karakter Anda guna menghadirkan kejutan-kejutan kecil yang membuat Anda seolah sedang bertamu ke rumah orangtua. Terletak tak jauh dari Pura Tanah Lot, properti ini memadukan pemandangan sawah dan pantai berpasir hitam yang bermuara ke Samudra India. Masing-masing vila dilengkapi kolam renang pribadi dengan interior bergaya kontemporer Bali. Kelas memasak disediakan bagi tamu yang ingin pulang membawa oleh-oleh keahlian memasak menu tradisional Bali. Banjar Dukuh, Desa Kelating, Tabanan, T.0361 894 6388, www.alilahotels.com.

Ubud Hanging Gardens

Diapit perbukitan dan hamparan sawah terasiring, properti dalam payung Orient-Express ini bagaikan tempat pelarian yang sempurna dari penatnya kehidupan kota. Bertengger di bibir tebing, properti berisi 38 vila ini terlihat seperti taman gantung yang menawan, pas dengan namanya, Ubud Hanging Gardens. Restoran Beduur menyajikan menu-menu Asia dan Prancis menggunakan bahan-bahan asli Bali, sedangkan Bukit Becik Bar di sisi kolam renang menawarkan pemandangan lembah dan sungai. Desa Buahan, Gianyar, T.0361 982 700, www.ubudhanginggardens.com

Villa Bali Asri

Anda akan dimaafkan jika tersesat saat mencari lobi di Villa Bali Asri. Terletak di jalan sempit di kawasan Seminyak, properti ini sepertinya mengabaikan fungsi ruang penerimaan, hingga tamu pun kerap tersasar ke pusat kebugaran atau dapur. Namun jangan sepelekan 11 vilanya. Berdiri independen tanpa naungan jaringan hotel internasional, Villa Bali Asri tampil percaya diri menonjolkan keunikannya.

Vila-vila berdiri terpisah oleh dua gang bertembok jingga yang ditumbuhi pohon bunga kertas. Layaknya akomodasi berkonsep butik, masing-masing bangunan menawarkan topik desain yang berbeda. Pengelola tidak memakai nama-nama fancy untuk vila, melainkan hanya nomor urut. Plangkiran, tempat sesajen umat Hindu di Bali, bertengger di pintu masuk tiap vila.

Sekilas pandang, Villa Bali Asri terlihat mengusung gaya arsitektur modern dengan sentuhan Bali. Taman tropis, kolam ikan, dan kamar mandi bergaya terbuka menjadi elemen tetap di tiap bangunan. Vila beratap alang-alang ini memiliki kolam renang yang dilengkapi kabana dan sun deck. Penggunaan batu palimanan yang dikombinasikan dengan kayu pada bagian lantai memancarkan kesan natural yang hangat, kontras dengan lukisan serta aksesori kontemporer yang menghiasi interior.

Jika Anda hendak menginap di Villa Bali Asri, penting diingat tempat ini tidak memiliki restoran. Pengelola memberikan solusi dengan menciptakan dapur yang luas, lengkap dengan peralatan masaknya. Tapi jika pasangan bulan madu terlalu sibuk merayakan momen bahagia, pengelola telah menyiapkan koki yang akan meramu menu spesial untuk makan malam romantis di tepi kolam renang. Jl.Saridewi 39, Basangkasa, Seminyak, T.0361 735 444, www.villabaliasri.com

Gending Kedis

Dalam bahasa Bali, “Gending Kedis” berarti “nyanyian burung”. Suara nyanyian burung memang kerap terdengar dari hutan di sekitar properti ini. Lorong panjang dan sempit mengantarkan tamu menuju vila. Kanopi berbentuk daun berwarna keemasan menyambut tamu di lobi di mana sentuhan Mediterania pada karpet dan lampu kaca berpadu apik dengan taman-taman bergaya Bali.

Sesuai nama propertinya, seluruh 19 vila di sini diberi nama aneka jenis burung, seperti prinia, munia, kokokan, dan jelantik. Meski menonjolkan kesan natural dengan penggunaan materi kayu dan batu, Gending Kedis tampil berani dalam penggunaan warna. Amalgamasi warna ungu, jingga, dan jambon menghasilkan nuansa yang unik. Tak perlu menyalakan terlalu banyak lampu di siang hari sebab cahaya natural melenggang bebas dari kaca-kaca di sekeliling bangunan.

Bale bengong pada persimpangan jalan menuju vila ditata menarik hingga memunculkan kesan terapung. Vila beratap sirap ini terdiri dari dua lantai. Lantai atas menampung ruang tamu dan pantry dengan pemandangan hutan. Sementara lantai dasar memuat kamar tidur yang menghadap infinity pool pribadi. Atas pesanan khusus, kelas memasak four courses menu tradisional Bali bisa digelar secara personal di dalam vila. Tentu saja, ada biaya ekstra untuk layanan mewah ini.Jl.Karang Mas Sejahtera 100Y, Teluk Jimbaran, T.0361 708 906, http://www.gendingkedis.com

(jalanjalan.com)

About travelyuk

indonesia hotel reservation

3 responses »

  1. i like THE BALE,,i want go to THE BALE with my family. If me have a lot of money,i’ll come there. And for THE BALE ” i’ll not let you alone,i’ll always love you “. Wait me,i’ll come there.

    Reply
  2. A. Eko Prihadi

    It looks very convincing to be in…..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: