RSS Feed

Berburu Takjil Tradisi Wisata Kuliner Tahunan

Posted on

Ritual buka puasa menjadi salah satu yang paling bermakna selama Ramadhan, bulan penuh berkah bagi umat Muslim. Setelah menahan haus dan lapar seharian, ngabuburit sembari berburu takjil dan minuman manis telah menjadi tradisi. Tak perlu khawatir, beragam takjil penggugah selera tersaji mulai dari kaki lima hingga hotel bintang lima.

Mendekati bulan puasa, beberapa ruas jalan dan lokasi yang secara tradisi menjadi pusat berburu takjil di Kota Bandung mulai beranjak ramai. Contohnya, kawasan Gasibu, Pusdai, Jalan Dipati Ukur, Jalan Otto Iskandardinata (Otista), dan Jalan Tamansari. Jangan lupa Cendol Elizabeth di Jalan Otista yang menjadi salah satu minuman takjil legendaris di Bandung.

Kawasan yang berdekatan dengan sejumlah kampus ini pada masa-masa ngabuburit menjadi salah satu area yang selalu disesaki mahasiswa. Aneka takjil ditawarkan, mulai kolak, zuppa soup, dawet, cendol, hingga es shanghai. Bagi yang bosan dengan menu standar berbuka, ada es sarang burung dan es goyobod.

Ragam manisan buah juga bisa menjadi pilihan takjil bagi yang ingin berbuka dengan menu lebih sehat. Sebagai penganan ringan pendamping, bisa dipilih gorengan, cilok, otak-otak, combro, dan lumpia yang ditawarkan pedagang lain. Soal harga, tak perlu risau. Setiap takjil dan kudapan ringan dijual Rp 500-Rp 5.000.

Bagi yang menginginkan nuansa lebih privat saat menyantap takjil kemudian diteruskan hidangan berat, berbuka puasa di hotel berbintang bisa jadi pilihan. Diah Suhandi, Public Relations Manager Aston Braga Hotel and Residence, menuturkan, pihaknya telah menyiapkan paket berbuka puasa, termasuk aneka takjil gratis, seharga Rp 50.000 per orang. “Selain itu, kami juga menyediakan teh tarik yang produknya spesial didatangkan dari Malaysia,” ujarnya.

“Supaya tidak bosan, takjil yang disajikan selalu kami ganti setiap hari. Selain kolak, kami membuat aneka jajanan pasar, seperti cocorot dan kue cucur,” tutur Suharjo, Executive Chef Aston Braga.

Grand Hotel Preanger juga menggelar kegiatan bertajuk Parit atau Pasar Ngabuburit. Area parkir GHP di dekat Jalan Asia-Afrika akan disulap menjadi stan-stan makanan tradisional dan modern.

Menurut Assistant Marketing Communication Manager GHP Winda Yuliani, pihaknya menawarkan paket berbuka puasa seharga Rp 70.000 per orang. Selain itu, pengunjung bisa mencicipi aneka kue dari La Patisserie, pastry shop GHP, yang menghadirkan menu andalan, seperti “tikus” (tiramisu kukus) dan lapis bandung Preanger. Tersedia pula menu takjil dengan sentuhan Eropa, seperti fantasy roll, chesse cake, dan florentine mouse cake. Hmm…, lezatnya.

Ritual berburu takjil ternyata memang sudah melekat dalam khazanah urang Sunda sejak lampau. Haryoto Kunto dalam Ramadhan di Priangan (1996) menceritakan, hiruk-pikuk masyarakat Priangan menyambut buka puasa banyak terlihat, misalnya di Masjid Raya dan Masjid Cipaganti. Meski diterpa modernisasi, tradisi ini akan tetap lestari di Bandung yang dikenal sebagai surga jajanan. Wilujeng sararaum!

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: