RSS Feed

Dieng, Singgasana Para Dewa

Posted on

NAMA Dieng secara harfiah adalah tempat tinggal Dewata karena lokasi ini memiliki koleksi candi-candi kecil kuno yang ditetapkan dalam lanskap vulkanik yang luar biasa dari dataran tinggi Dieng. Lokasi berkabut, mata air dan danau belerang yang berwarna benar-benar membuat tempat ini merupakan keajaiban alam.

Ketika datang ke sini, Anda akan dibawa kembali ke zaman kuno. Di antara wilayah perbukitan yang subur, mata Anda tidak akan pernah bosan melihat candi-candi yang masih gagah berdiri. Semua kuil ini adalah sisa periode mulia dari kerajaan Hindu di Jawa pada ke abad ke-7 dan ke-8.

Berdiri di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut, lokasi penempatan candi ini terlihat luar biasa. Hal ini diyakini bahwa tempat ini dipilih sebagai lokasi suci karena pemandangannya yang spektakuler.

Setiap candi kecil yang ada di sini dinamai dengan tokoh-tokoh dalam kisah epik dari Mahabarata seperti Bima, Gatutkaca, Arjuna dan Srikandi. Candi-candi ini diyakini digunakan sebagai tempat tinggal para imam Hindu yang akan menyebarkan ajaran Hindu.

Mulai dari balong mendidih, danau belerang berwarna cerah dan kabut tebal di sekitar dataran tinggi, Anda juga akan mudah memahami mengapa orang Jawa kuno menganggap tempat ini merupakan tempat kekuatan supranatural.

Kemegahan alami lokasi ini sangat menarik, mulai dari danau dengan warna hijau dan kuning sampai perairan murni dari reflektif Danau Cermin.

Danau Cermin sangat mengesankan karena menawarkan gambar sempurna yang mencerminkan lanskap. Namun sangat disayangkan beberapa pohon disekitar danau sudah ditebang. Meskipun begitu, ini masih tetap merupakan fenomena alam yang mengesankan.

Untuk pemandangan yang lebih luar biasa, Anda bisa berjalan ke bagian atas dataran tinggi Dieng. Berada di sini, Anda akan merasa seperti sedang ada di puncak dunia. Danau berwarna-warni, kuil-kuil kuno dan lanskap hijau terlihat berpadu dalam sebuah harmoni alam.

Untuk sebuah tontonan yang benar-benar menakjubkan, sebaiknya Anda tiba di dataran tinggi ketika matahari terbit. Pada saat itu, Anda akan dimanjakan dengan tidak hanya satu tapi dua pandangan menakjubkan dari matahari terbit dengan sinar emas dan peraknya.

Matahari terbit ganda ini adalah fenomena alam yang unik. Anda dapat melihat matahari keemasan dari menara pengawas saat matahari terbit dan setelah itu beralih ke candi untuk melihat sinar keperakan.

Selama perjalanan ke dataran tinggi pemandangan juga terlihat mengesankan. Diantara gunung yang nampak indah, Anda akan melihat perkebunan tembakau. Pemandangan mengesankan ini semakin sempurna dengan keramahan Orang Dieng yang akan menyambut kedatangan Anda.

Cara termudah untuk sampai ke dataran tinggi Dieng yang berada di Jawa Tengah ialah menggunakan mobil. Ini akan memakan waktu sekitar tiga jam dari Yogyakarta dan hanya berjarak 25 kilometer dari Wonosobo. Tempat perkir tersedia dengan situs utama.

Bila menggunakan transportasi umum, Anda bisa naik bus dari Yogya menuju Magelang kemudian dilanjutkan ke Wonosobo. Dari Wonosobo, perjalanan diteruskan dengan menggunakan minibus menuju desa Dieng. Situs di dataran tinggi dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari desa Dieng.

Dataran tinggi Dieng mempunyai temperatur rata-rata 15 derajat celcius sepanjang hari. Jadi bila berkunjung ke sini, ada baiknya membawa pakaian yang agak tebal dan hangat.

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: