RSS Feed

Empat Tempat yang harus Dikunjungi sebelum Punah

Posted on

MUNGKIN sebagian dari Anda menganggap judul tulisan di atas sedikit berlebihan. Tetapi, bila menyadari dampak-dampak yang telah dilakukan manusia terhadap beberapa situs di bawah ini, Anda mungkin akan merasa perlu berkunjung sebelum keberadaan mereka benar-benar lenyap dan tidak otentik lagi.

1. Piramida Giza, Mesir

Piramida Giza adalah monumen paling terkenal di dunia. Piramida yang mempunyai nama lain Piramida Khufu ini adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida di Giza Necropolis.

Karena kemasyurannya, banyak orang yang telah mengunjungi piramida ini. Dengan banyaknya jumlah wisatawan dan meningkatnya jumlah penduduk Kairo memberi andil besar untuk polusi yang berlebihan di atmosfer dan sampah. Selain itu, banyak juga bagian piramida yang dicuri oleh orang yang kurang mampu untuk kemudian dijual kepada pengunjung.

Kenyataan ini membuat piramida yang dipercaya dibangun sebagai makam Pharaoh Khufu ini kian mengalami degradasi. Mungkin bagi sebagian dari Anda ini agak sedikit berlebihan, namun salah satu keajaiban dunia kuno ini tampaknya menjadi tempat yang harus dikunjungi sebelum nantinya benar-benar menghilang.

2. Taj Mahal, India

Taj Mahal merupakan salah satu pemandangan yang paling signifikan dari India. Bangunan berupa mesjid agung ini dibangun oleh Raja Mughal, Shah Jahan untuk mengenang istrinya Mumtaz Mahal.

Bangunan yang memadukan unsur Islam, India, dan Persia ini menarik 2-4 jutaan wisatawan setiap tahunnya dan sekitar 200.000 berupakan turis asing. Mereka umumnya ingin melihat secara langsung kemegahan bangunan yang mulai didirikan sekitar 1632 dan selesai pada 1653 ini. Pembuatan Taj mahal juga memperkerjakan ratusan artis dan pemahat.

Dengan semakin banyak wisatawan yang berdatangan, kemudian dimulailah penetapan kebijakan untuk melarang mobil mengakses zona Taj Mahal. Para wisatawan diharuskan berjalan kaki untuk mencapai tujuan. Secara tidak langsung, sejumlah besar pengunjung mengeluarkan keringat dan melakukan sentuhan-sentuhan yang terkadang tidak diperlukan dan hal ini bisa berdampak negatif terhadap bangunan yang menjadi situs warisan budaya UNESCO ini.

Jadi sebelum jumlah pengunjung terus dibatasi dan dikurangi, ada baiknya Anda coba merencanakan mengunjungi tempat ini.

3. Pulau Lord Howe, Australia

Pulau Lord Howe terletak di Samudra Pasifik dan berada 600 kilometer dari bagian Timur Australia. Pulau Lord Howe secara kasar berbentuk bulan sabit dengan mempunyai panjang sekitar 10 kilometer (6,2 mil) dan lebar 2 kilometer (1.2 mil). Pulau yang merupakan sisa erosi dari gunung berapi perisai berusia 7 juta tahun ini melindungi banyak terumbu karang dan laguna.

Pulau Lord Howe juga merupakan zona dengan hutan subtropis yang kaya dengan berbagai spesies hewan dan tumbuhan, terutama burung-burung yang sekarang beranjak hilang. Pulau ini juga menjadi tempat bagi pembiakan beberapa burung, diantaranya providence petrel, black-winged petrel, flesh-footed shearwater, dan jenis burung lainnya.

Setelah eksploitasi wisatawan, lebih dari separuh spesies hewan telah hilang. Penyebabnya adalah perburuan yang berlebihan, penyakit baru dan polusi udara. Sebelum spesies yang ada di pulau ini semakin menghilang, mungkin Anda bisa coba mengunjungi tempat ini, tentunya dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak lingkungan.

4. Penangkaran kupu-kupu Michocan, Meksiko

Kupu-kupu Monarh sangat sensitif terhadap polusi, udara dingin dan kelembaban. Itulah sebabnya mereka membutuhkan tempat yang stabil saat bermigrasi dari Kanada ke Meksiko dan Michoacan adalah tempat favorit kupu-kupu ini.

Setiap tahun, lebih dari 100 juta kupu-kupu Monarch bermigrasi dari Amerika Serikat dan Kanada untuk menghabiskan musim dingin di bagian timur Michoacan, Meksiko. Antara November dan Maret, Anda bisa melihat pohon-pohon dihiasi warna hitam dan orange sebagai visualisasi jutaan saya kupu-kupu yang menempel di ranting-rantingnya.

Sayang keberadaan habitat alami yang sangat memungkinkan kupu-kupu indah ini bernaung, kini semakin rusak oleh pergerakan penduduk yang merangsek masuk ke kawasan Michoacan. Orang-orang ini secara individualistis membakar hutan untuk mendapatkan daerah yang lebih luas untuk ditanami. Jadi, sebelum keindahan kupu-kupu ini benar-benar menghilang, Anda bisa mulai merencanakan perjalanan ke salah satu kota di Meksiko ini.

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: