RSS Feed

Mengasingkan Diri di Kampung Naga

Posted on

JIKA Anda bosan dengan kehidupan di kota metropolitan dengan pemandangan gedung pencakar langit, Anda harus coba tinggal beberapa hari di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Untuk mencapai Kampung Naga, Anda bisa menggunakan pesawat dari Jakarta ke Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Dari sana, Anda dapat menyewa mobil atau menggunakan transportasi umum ke Tasikmalaya atau Garut.

Sebelum sampai di Kampung Naga yang terletak diantara lembah subur, Anda terlebih dahulu harus melalui jalan menurun dengan banyak tangga. Dari sini, pemandangan desa kecil yang indah diantara pohon kelapa dan sawah yang hijau sudah bisa terlihat.

Setelah menuruni tangga, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri tepian sungai. Jalan yang tidak begitu besar akan menggiring Anda ke kampung yang semua kegiatannya masih menggunakan paralatan manual ini.

Tidak lama berjalan, Anda akan mendapati sebuah permukiman yang tidak dipengaruhi modernisasi. Di wilayah yang mempunyai luas 1,5 hektare ini, Anda bisa merasakan lingkungan desa yang asri dan belum terkontaminasi. Cara hidup warga di sini juga masih sederhana dengan mengandalkan pemberian alam.

Sebanyak lebih kurang 311 orang tinggal di Kampung Naga. Selama di sini, Anda akan merasakan udara dingin dan suara sungai dari kejauhan.

Sambil berkeliling, Anda akan kagum dengan rumah-rumah sederhana yang terbuat dari bambu yang berasal dari hutan. Bagian atapnya terbuat dari daun nipah, daun kelapa atau alang-alang sedangkan lantai rumahnya terdiri dari rangkaian bambu.

Desa yang penduduknya menganut agama Islam ini masih mempertahankan tradisi lama. Sebagai contoh, rumah-rumah di kampung ini harus menghadap utara atau selatan sedangkan Masjid, balai pertemuan, dan lumbung padi harus menghadap timur atau barat.

Masyarakat Kampung Naga juga masih mempertahankan upacara Hajat Sasih yang meminta berkah dan keselamatan dari nenek moyang mereka, Eyang Singaparna dan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa yang telah mereka miliki.

Selain Hajat Sasih, mereka juga memiliki ritual yang dilakukan pada hari Selasa, Rabu dan Sabtu. Selama hari-hari ini, Anda tidak diizinkan untuk mengunjungi desa.

Selama bertahun-tahun, warga Kampung Naga tidak pernah menambahkan atau mengurangi bangunan yang jumlahnya 111. Selain itu, pemimpin adat juga melarang warganya untuk tidak menggunakan peralatan elektronik. Semua kegiatan sehari-hari dilakukan secara manual.

Di sinilah Anda bisa pergi dalam pengasingan, menikmati tinggal di rumah sederhana dan mandi di Sungai Ciwulan. Anda juga bisa menikmati malam tenang di kamar dengan hanya menggunakan lampu tempel.

Meskipun Anda tidak diizinkan untuk mendengarkan iPod, Anda bisa mendengar suara burung bernyanyi, aliran air, hembusan angin, serta serangga dan katak yang berdendang.

Penduduk kampung Naga terkenal karena keramahannya ketika menyambut wisatawan lokal maupun asing. Dijamin Anda akan merasa betah menginap beberapa hari di sini. Sebelum menginap, Anda terlebih dahulu harus meminta izin dari pejabat setempat beberapa hari sebelumnya.

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: