RSS Feed

Libur Terencana, Anak pun Senang

Posted on

SEORANG bocah berusia 8 tahun meluncur dengan mulus di kabel sepanjang 150 meter. Ekspresi takut tak tampak sedikit pun pada wajahnya. Padahal, ia berada di ketinggian sekitar 15 meter.

Pemandangan itu terlihat di sebuah objek wisata yang terletak di Jawa Tengah. Saat ini, permainan yang memicu adrenalin memang sedang marak. Peminatnya bukan cuma dewasa, tetapi juga anak-anak. Mereka umumnya menikmati olahraga tersebut saat libur tiba.

Selain flying fox, aktivitas berlibur lain yang tampaknya sedang tren ialah outbound. Berbagai kegiatan outbound yang mudah ditemui sekarang ini ialah trekking di sawah. Selama berada di sawah, anakanak diajak untuk menanam padi, memandikan dan menaiki kerbau, membajak sawah, mencari rumput untuk memberi makan kambing.

Pertanyaannya, apakah aktivitas-aktivitas itu cocok untuk anak? Menurut psikolog anak Vera Itabiliana Psi, permainan yang sarat aktivitas fisik seperti outboundkebanyakan ditujukan untuk anak sekolah dasar (SD).

“Permainan dengan banyak aktivitas fi sik memang lebih cocok untuk anak berusia 5 tahun ke atas,” ungkap Vera kepada Media Indonesia di Jakarta.

Ia pun mengemukakan alasannya. Games seru padaoutbound memiliki berbagai aturan main. Anak-anak yang usianya di atas 5 tahun sudah dapat mengikuti aturan. Itu sebabnya aktivitas-aktivitas sepertioutbound dan flying fox dapat mereka lakukan.

Anak-anak berusia di atas 5 tahun juga dapat mulai diajari teknik renang yang benar. Pada usia 6 tahun, anak sudah mampu menahan napas dalam waktu yang lebih lama daripada anak berusia empat tahun. Kemudian, mereka juga bisa menyelam ke dalam air untuk mengambil benda. Keterlibatan anak dalam kegiatan-kegiatan tersebut juga menguntungkan karena dapat menumbuhkan sportivitas dan disiplin.

Lantas, bagaimana dengan anak-anak berusia di bawah 5 tahun? Aneka permainan yang disertai aturan belum cocok bagi mereka. Anak-anak pada usia 5 tahun ke bawah umumnya masih suka memberontak, dan sering kali tidak mau mengikuti aturan. Tempattempat rekreasi yang sesuai bagi mereka ialah kebun binatang, kebun raya, atau alam bebas.

Vera menegaskan pula bahwa inti dari tamasya adalah mengajak anak bereksplorasi secara bebas dan melakukan aktivitas fi sik yang dapat merangsang perkembangan motoriknya.

Saat ini, tidak sedikit pengelola wisata alam yang memanfaatkan konsep dengar, lihat, dan rasakan Menurut Vera, konsep itu penting karena ajang proses belajar itu melibatkan seluruh indera yang dia punya.

Buat perencanaan

Para orang tua sungguh beruntung. Objek wisata yang cocok bagi anak terbilang banyak. Sebut saja Taman Safari di Bogor, Jawa Barat, lalu Bali Safari & Marine Park di Gianyar, Bali. Kemudian, ada pula Seawalker di Bali, serta Waterboom, Snowbay, dan Seaworld Indonesia di Jakarta.

Namun, untuk masuk ke sana pengunjung perlu menyiapkan sejumlah uang. Hal itu perlu disiapkan orang tua yang ingin mengajak anak mereka tamasya. Perencana Safi r Senduk menulis di dalam akun Twitter miliknya, ada tiga macam bujet liburan. Pertama, bujet mepet. Kedua, bujet normal. Ketiga, bujet lebih.

Sementara itu, fi nancial planner Muhamad Ichsan pernah mengatakan bahwa masyarakat sering lupa menyisihkan pendapatan bulanan untuk tabungan liburan. Padahal, tamasya sudah jadi kebutuhan. Supaya dana yang dimiliki cukup untuk piknik, orang tua perlu membuat rencana yang matang. Ketelitian memilih paket liburan hemat juga akan membantu mereka untuk menyiasati bujet yang terbatas.(Rina Garmina)

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: