RSS Feed

What’s Hot in Singapore

Posted on

National Geographic Store

Resmi dibuka pada 14 Desember 2008, NG Store di Vivo City merupakan gerai ketiga di dunia setelah London dan Malaga. Sekilas pandang, toko terlihat mungil. Padahal luas bangunannya men-capai 1.500 meter persegi. Atmosfer interiornya agak remang-remang karena dinding dan langit-langitnya dicat hitam, sementara lantainya hanya diplester semen. Sinar lampu ditembakkan lang-sung ke etalase produk. Lucunya, di permukaan lantai terlihat tikus dan cicak yang berjalan-jalan ke sana ke mari. Mereka adalah hasil proyeksi dari mesin projector yang tergantung di langit-langit.

Produk-produk impor di sini sangat bervariasi, mulai dari pakaian, aksesori, alas kaki, boneka, tas, kacamata, teropong, kamera, jurnal, jam tangan, peta, sampai furnitur. Sebagian besar barang ter-buat dari bahan ramah lingkungan.

Resorts World Sentosa

Sebagian besar turis di Singapura pernah mampir ke Sentosa, terutama keluarga yang memiliki anak-anak kecil. Jumlah pengunjungnya mencapai lima juta orang per tahun. Sentosa adalah sebuah pulau seluas lima kilometer persegi di selatan Singapura. Namanya kini makin bergaung berkat kehadiran Resorts World Sentosa, kompleks resor mewah yang dihuni aneka restoran, hotel, dan yang paling terkenal, Universal Studios.

Saat saya datang, suasana Resorts World Sentosa masih sepi. Maklum, belum semua propertinya dibuka bagi pengunjung. Meski begitu, resor ini sudah bisa menampung tamu. Sejak 20 Januari lalu, sudah empat hotel membuka pintunya, yakni Crocksford Tower, hotel butik yang memiliki kasino; Hotel Michael yang didesain arsitek kondang Michael Graves; Festive Hotel yang menawarkan gedung konser berkapasitas 1.600 kursi; dan Hard Rock Hotel yang mempunyai ballroom berdaya tampung 7.300 kursi. Beberapa properti yang menyusul dibuka adalah dua hotel, beberapa restoran berbintang, dan gerai Victoria’s Secret pertama di Asia.

Ingin sekali rasanya naik Battlestar Galactica, roller coaster berjalur ganda yang mampu melesat dengan kecepatan 90 kilometer per jam dan menanjak hingga ketinggian gedung 14 lantai. Sayangnya, saat saya datang wahana ini belum beroperasi (rencananya akan dibuka bertahap mulai Mei, bersamaan dengan wahana “Madagascar” dan “Shrek”).

Satu-satunya yang sudah dibuka adalah toko Hershey’s Chocolate World yang berada di samping logo bola raksasa. Hershey’s adalah merek cokelat asal Amerika yang sudah berdiri sejak lebih dari 100 tahun silam.

Marina Bay Sands

Landmark baru ini diprediksi bakal menggeser arca singa Merlion atau Singapore Flyer sebagai ikon singapura. Arsitekturnya memang ikonik, tipikal gedung-gedung spektakuler yang mengundang decak kagum hanya dari satu kali pandang. Di atas ketiga menara utama, bertengger taman berukuran kolosal (panjangnya setara tiga lapangan sepakbola). Sejumlah merek fesyen prestisius sudah menyatakan siap mengisi area belanja di Marina Bay Sands. Sebagian besar merek bisa ditemukan di Indonesia, tapi ada satu yang menawarkan pengalaman berbelanja unik, yakni Louis Vuitton. Gerainya akan berdiri terpisah di sebuah pulau mungil yang terapung di pelataran Marina Bay. Anda harus bersabar, sebab Marina Bay Sands masih dalam proses konstruksi. Pengelola membukanya secara bertahap bagi publik sejak April lalu, dan berencana merampungkan proyek sebelum akhir tahun ini.

ION Orchard

Daya tarik utama mal ini terletak pada desainnya. Fasad bangunan terlihat edgy berkat penggunaan struktur besi yang dirajut bak jaring nelayan raksasa guna memberi kesan transparan. Perancangnya adalah firma arsitek ternama Benoy yang pernah menangani proyek Ferrari World Abu Dhabi, mal Bullring di Inggris, dan China World Trade Centre. ION Orchard kini menjadi mal yang paling mentereng di jalur belanja Orchard. Di area retail seluas 66 ribu meter persegi, berdiri 300 toko pakaian, makanan, dan wahana hiburan. Pencinta makanan pasti senang berkunjung sebab mal ini mendedikasikan 21 persen lantainya bagi gerai F&B.

Clarke Quay Extreme Bungy

Bagi yang mengaku adrenaline junkies, wajib hukumnya mencoba G-5 Extreme Swing dan G-Max Reverse Bungy. Kedua permainan ekstrem ini terletak di Clarke Quay, tempat hangout populer di tepian Singapore River. Di G-5 Extreme Swing, kita akan didudukkan di kapsul besar berisi lima kursi, kemudian diayun bolak-balik dengan kecepatan 120 kilometer per jam. Sementara di G-Max Reverse Bungy, kita akan dilontarkan ke ketinggian 60 meter dengan kecepatan 200 kilometer per jam. Di puncak poros, kursi berputar 360 derajat berkali-kali.

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: