RSS Feed

Bertamasya sembari Belajar

Posted on

MASA liburan sekolah sebentar lagi tiba. Saat-saat seperti inilah yang selalu ditunggu anak-anak. Si kecil pasti sudah asyik memilah-milah rencana hendak berwisata ke mana bersama ayah dan bunda.

Apakah menikmati hawa sejuk di daerah pegunungan ke pantai, atau bermain air ke water park?

Bisa jadi, pergi ke tempat yang itu-itu saja membosankan. Setiap liburan sekolah anak-anak selalu diajak pelesiran ke tempat-tempat yang hanya bersifat rekreatif dan bersenangsenang.

Memang tidak ada salahnya membawa putra-putri Anda ke tempat rekreasi untuk bermain-main. Pasalnya, seabrek kegiatan belajar selama satu semester pasti melelahkan fi sik dan mental anak. Tidak jarang lantaran beban tekanan terlalu berat, anak jadi jatuh stres.

“Anak berhak mendapatkan refreshing yang mampu meriangkan hati mereka,” ujar psikolog anak dan remaja dari klinik tumbuh kembang Kancil Alzena Masykouri Mpsi kepada Media Indonesia, kemarin Namun bukan berarti liburan harus diisi dengan kegiatan untuk bersenangsenang saja. Kegiatan juga harus bermakna.

Menurut Alzena, berlibur sembari diikuti kegiatan menimba ilmu di tempat-tempat wisata, sejatinya juga mengasyikkan.

Lagi pula, tambahnya, kalau liburan hanya diisi kegiatan yang bersifat rekreatif, terkadang mubazir. Pasalnya, konsep mengajar anak di sekolah kini sudah berbeda. Kini aktivitas belajarmengajar di sekolah sudah bersifat rekreatif dan variatif (student-centered learning) yang tidak lagi menempatkan guru sebagai pusat dalam belajar.

Alzena menambahkan, liburan sekolah dan rekreasi harus dimaknai sebagai implementasi dari hasil belajar selama satu semester di sekolah. Dengan demikian, anak-anak memperoleh keuntungan ganda pada saat mengisi liburan, yaitu bermain dan memperoleh pengetahuan yang tidak diperoleh di bangku sekolah.

Bermain sambil belajar itu sejatinya sangat mengasyikkan. Coba kalau di masa libur, guru bahasa Inggris, misalnya, mengajak anak-anak dan orang tua murid untuk mengunjungi taman kota, kebun binatang, bahkan berjalan-jalan dengan alat transportasi umum, tentu menyenangkan.

Dengan cara ini, para orang tua dan guru dapat efektif mengenalkan secara langsung benda-benda yang ada di sekitar dengan menggunakan bahasa Inggris. Seru kan?

Harus kreatif

Alzena menekankan, orang tua juga harus kreatif dalam menentukan tempat wisata. Pilihlah tempat rekreasi yang dapat merangsang anak untuk dapat menambah pengetahuan. Misalnya pergi ke museum, ke kebun binatang, kebun raya, atau ke taman pintar.

Jika hendak bertamasya di alam terbuka, pilihlah tempat wisata yang menyediakan fasilitas dan arena outbound. Banyak hal positif yang bisa dipetik dari kegiatan itu. Selain menambah wawasan dan pengetahuan, outbound juga dapat melatih keberanian anak.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan lingkungan alam, kebersihan lingkungan, pelestarian lingkungan, dan mensyukuri anugerah Tuhan.

Kegiatan refreshing juga tidak harus identik dengan mengeluarkan banyak uang. Mengajak anak-anak lari pagi, berkeliling naik sepeda di taman-taman kota juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Selain itu, kegiatan tersebut tentu menyehatkan dan mengajarkan anak untuk mencintai kegiatan olah tubuh.(Cornelius Eko)

About travelyuk

indonesia hotel reservation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: